••• Cafe...☕ •••
Peradaban
akan menjawab semua pertanyaan pertanyaan tentang kehidupan. semua yang meng
embrio akan lahir dengan indahnya. Akan lahir pula magnum opus dari para
tokoh sastrawan, sejarawan penyair juga penulis-penulis hebat.
Mereka
terkadang bertemu dalam satu tongkrongan yang sama. Paling tidak memiliki satu
kebiasaan yang sama.Kebiasaan
itu membentuk suatu budaya global terciptalah sebuah identitas yang di
kenal banyak manusia.
Cafe
ternyata banyak melahirkan orang orang besar, dari mulai Franz kafka di Praha,
sampai dengan eka kurniawan, sigit susanto, puthut EA, Fadh Djibran dsb di
Indonesia.
Mereka
adalah tokoh tokoh penulis kreatif yang hidup nya sangat produktif, menulis
menjadi satu tanggung jawab sosial yang harus mereka persembahkan untuk para
pembaca.
Tapi
tahukah anda ? apa saja kebiasaan mereka dan dimana saja mereka memulai
tulisannya selain di rumah ?. cafe menjadi ciri khas tempat tongrongan asyik
untuk mereka. Lihat di praha bagaimana franz kafka dengan einsten bertemu dan
asyik bercengrama dengan secangkir kopi di sebuah cafe praha.
Ini
seperti satu kebiasaan yang tanpa terencanakan. Mengalir begitu saja, tanpa ada
aturan dan undang-undang yang tercantumkan. Kalau boleh saya berfikir liar,
mungkin para nenek moyang mereka memulainya dan sam pai hari ini masih
membisikkan ketelinga para generasi nya untuk menjadikan cafe sebagai basecamp
mereka.
sebab
bicara inspirasi banyak orang kesulitan mendapatkannya ketika ingin menulis.
Terkadang inspirasi itu lewat sekilas dan ketika ingin kita tuangkan dalam
bentuk tulisan di depan laptop tiba tiba jadi lupa dan bingung apa yang akan ia
tulis. Semuanya hilang begitu saja, saat itulah alihkan lapotop mendengar musik
dan menonton film berharap dari situ ada datang inspirasi, dan hasilnya pun
tidak sama sekali.
Nampaknya
kita perlu sedikit mencoba gaya mereka dalam berkarya, untuk lebih awal yang
paling mudah di coba adalah kebiasaan dan cara mereka berkarya. Karena
tulisan bagus tidak melulu di hasilkan dari pengap-nya ruangan kamar atau rumah
anda, tulisan indah terkadang di hasilkan dari suasana dan kondisi yang
kondusif. Seperti nya otak pun pelu untuk di manjakan, diberi secangkir kopi
robusta, arabica, ataupun coklat susu.
Barulah
ketika ada take maka akan ada Give, disitulah otak memulai kinerjanya, dan akan
memberikan banyak ide dan gagasan.
Konsep cafe sebenarnya tidak begitu elitis dan melulu di khususkan untuk orang orang borjuis. Hanya saja konsep di cafe memiliki gaya tersendiri sehingga terlihat elegan dan cocok untuk berimaji, suasana yang tenang, dengan fasilitas minuman yang serba ada, menjadi daya tarik tersendiri untuk mengunjungi cafe.
Cafe
memiliki arti sendiri bagi para penikmatnya. Cofee mungkin salah satu cara
untuk membujuk rayu otak agar memproduksi ide dan gagasan yang brilliant
Forget
LOVE and Falling in Cofee

Komentar