••• Kaum Yang Di janjikan •••

"Pemudaaa..

Oh pemuda... Kau kah itu ??" Ujar Alam penuh Harap.

Dari persada membentuk Nusantara, dari situlah kaum muda memulai perjuangan nya.

Kaum yang menjadi prediksi nenek moyang atas kemajuan sebuah bangsa, kaum yang menjadi misteri  literatur literatur terdahulu, kaum yang sering di elukan para pendahulu, dan kaum yang telah menggoreskan bukti berupa tinta emas pada khazanah sejarah dunia. Kaum ini adalah Rahmat Tuhan, yang terlahir di setiap zaman dan generasi, menjadi tali penyambung antara masa lalu dan masa kini.

Ia ada diberbagai masa. Ia lahir di masa kenabian, bahkan tak jarang sebagian nabi, tergolong kaum ini. Ia pun hadir di masa setelah nya, masa sahabat yang tak jarang dari nya pun terpilih menjadi pemimpin dan pelopor perubahan. Ia pun melengkapi kehidupan para ilmuan Eropa pada saat itu, kiprahnya menjadi corong barometer kesuksesan intelektual. Melahirkan berbagai macam ilmu, menggerakkan berbagai macam perubahan, menuai berbagai macam prestasi dari banyak instansi.

Kobar api semangat yang jauh dari kata padam, gelora semarak menyongsong hadirnya alam pun telah menanti.

Kelak dialah yg membawa perdamaian, menggagas kesejahteraan dan menyuarakan  keadilan.

Itulah pemuda, berbicara muda bukan berbicara usia tentunya, sebab banyak yang muda tapi tak sadar dengan kepemudaanya, tapi bicara pemuda bicara Spirit, Ghirrah dan Juga progresif untuk melakukan suatu perubahan dan optimis memandang masa depan.

Indonesia tanpa Cokroaminoto, Budi Utomo, Soekarno, Hatta, semaun, Tan Malaka, Agus Salim, Hamka, Pram, dan tokoh bangsa lainnya takkan bisa secerah seperti saat ini.

Mereka tokoh yg dulunya pemuda, memiliki jalan yg terjal dalam hidup yang berbeda, menghasilkan gerakan gerakan yang mampu memperkaya khazanah sejarah pergerakan di negara ini.
Kami generasi 21 sangatlah bangga dengan mereka, jika ada orang bertanya, ingin jadi pemuda seperti apakah Anda? Maka kami akan jawab nama salah satu dari mereka.

Aku katakan "kami", berhatap bisa mewakili pemuda pemuda saat ini. Walau bgtu tak bisalah aku membohongi hati kecil ini, tersiratlah penuh harap, ataupun sebuah ekspektasi dari hasil merenungkan diri dalam masa singkat kontemplasi.

Aku hanya ingin pemuda hari ini bersatu, bergandeng tangan saling asah saling asug dan saling asih, sudah saatnya kita luruskan kembali makna hakikat kehidupan, sudah sepantasnya kita melanjutkan perjuangan para pendahulu bangsa.
Sebab aku tak yakin mereka akan tersenyum melihat kondisi negeri yg telah susah payah mereka bangun, bukan dengan keringat tapi dengan darah dan air mata.

Sejujurnya, Kami ingin bukan hanya segelintir pemuda yang sadar tentang hal ini, coba kalian lihat di Cuba, bagaimana Che Guevara dan Castro dinabilan oleh warganya, coba lihat di China bagaimana Mau the sung dan mau zhe dong di idolakan penduduknya, cbaihat d Rusia bagaimana Lenin dan Stalin di jadikan fans beratnya , cba lihat di Turkey bagaimana Erdogan di cintai Rakyatnya, cba lihat di Iran bagaimana Komaeni dan Ahmadinejad, di rindukan bangsanya.

Selaku Muslim kami mengidolakan Muhammad bin Abdullah, dan sebagai Rakyat Indonesia siapakah yang kalian idolakan ??
Akankah wajah wajah ayu selebritis dapat merebut hati Anda  ? Mungkinkah eloknya penampilan artis di layar kaca mampu mengalihkan perhatian Anda ?? Dan bisakah mereka mengganti kedudukan para tokoh yg seharusnya menjadi idola anda untuk perbaikan bangsa ??

Bukan hanya satu atau dua orang yang mengatakan "Sejarah itu milik penguasa", bisa jadi Anda termasuk mengamini pepatah ini,  tapi adakah segelintir pemuda yang benar ingin meluruskan sejarah bangsa ??

Aku sebenarnya tak ingin merepotkan para intelektual yang sudah lansia, sebab sudah saatnya mereka menikmati hasil dan jerih payah usaha di masa muda.

Kini saatnya lah kita duduk bersama, memecahkan masalah dengan seksama, gunakanlah toleransi dan saling menghargai antar gerakan dan ideologi yang di contohkan sejak dahulu oleh para pendiri bangsa ini.

Pemuda adalah kunci, dari semua permasalahan negeri ini. Jangan. Sia siakan usia muda, teruslah berkarya agar dipertimbangkan oleh generasi di dunia.

Jadilah pemuda yang kreatif, aktif dan Inofatif.

"Sejarah Dunia adalah sejarah muda, Jika angkatan Muda Mati rasa. Matilah sejarah sebuah bangsa " (Pram)







 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janur di sepanjang jalan.

Asssabi(Q)unal Akhirun

Mengundang Syahadat Dengan Cinta