••• Mundur sebelum, berjuang •••
Perjuangan selalu menuntut proses yang tidak mudah, perjuangan di produksi dalam keadaan sadar dan sungguh sungguh. Orang bijak mengatakan “mundur adalah penghianatan”.
Ada betulnya, Sebab perjuangan tidak mengenal mundur dalam kamus hidup mereka, nampaknya saya tidak sependapat dengan petuah itu, bagi saya mundur merupakan bagian dari perjuangan. Sebab dalam berjuang perlu adanya prediksi kalah dan menang, maju dan mundur adalah alur tarik ulur untuk menciptakan hasil yang terbaik.
Jika mundur dikatakan pengkhianat, mundur yang seperti apa ? mungkin mundur yang mereka maksud adalah mundur sebagai symbol menyerah, pasrah, dan kalah. tapi mundur yang ada di pikiran saya, mundur yang masih menjaga harga diri, mundur yang duduk bersama menyusun strategi, menggali informnasi, mematangkan formulasi, mengkonsistensikan tekad diri sebelum, terjun dan bertarung ke medan pertarungan.
Dan ingat! Pengkhianatan selalu ada dan jelas di depan mata, budaya duri dalam daging kerap kali, menyelinap lewat asyik nya kekompakkan. Diam diam mereka mulai memangsa dan menunjukkan taring nya.
Taring yang tajam tersembunyi di balik dekatnya persahabatan. Kewaspadaan akan selalu di butuhkan dalam konteks perjuangan.
Mempercayai sembarang orang tentu dapat berakibat fatal bagi seorang pimpinan, sekarang jadi teman, besok jadi musuh adalah hal yang wajar dalam politik peperangan. Sebab manusia memiliki kecenderungan untuk berkuasa.
Dari cara yang halus sampai dengan cara kasar, banyak dilakukan dalam berjuang, lumrah memang sebab berjuang pun banyak macam dan motifnya, tentu bermacam pula orientasinya.
Tak melulu yang berjuang akan mulia, sebab perjuangan yang di tunggangi oleh nafsu dan keserakahan, kepentingan pribadi adalah kebobrokan.
Tapi kemunduran dengan orientasi yang murni dengan kesucian hati, pikiran dan gerakan akan menghasilkan kemenangan yang gemilang di masa mendatang.
Kemenangan yang curang di sebut pecundang, sementara kekalahan yang murni itulah sejatinya p-erjuangan akan di sebut sebagai pemenang. Kini kalah dan menang sudah tak menjadi prioritas jika perjuangan di maknai sebagai pertaruhan harga diri. Disitu orang akan mengartikan penting nya kejujuran, dalam berjuang.
Sangat bodoh orang yang melindungi harga dirinya dengan jutaan harta yang melimpah. Sebab kedekatan seseorang padanya akan sangat beralasan. Ia takkan pernah menemukan teman dan sahabat yang kekal dan badi, sebab ia gunakan ke-fana-an untuk mendekatinya.
Mari sama sama berjuang, berbeda jalan bukan berarti tak dapat bergandeng tangan dan bersatu. Persatuan seharunya menjadi keniscayaan untuk negeri yang di anugerahi banyak perbedaan oleh tuhan.
Komentar