••• Pendengar Setia, Cara Sukses Bebicara •••


Ada orang bertanya pada saya, bagaimana cara menjadi pembicara yang baik? Lamgsung seketika saya menjawab, pembicara yang baik dalah pendengar yang setia. Kata kata itu spontan keluar karena saya sudah terbiasa dengan pertanyaan seperti itu sehingga tak asing terasa di telinga.

Bukan berati saya sudah memiliki kemampuan  hebat dalam berbicara. Saya pun masih sama seperti anda, masih meraba raba, dan masih mencoba menggunakan strategi-strategi komunikasi. baik yang saya pelajari di kampus ataupun secara otodidak saya dapatkan dengan bersentuhan dengan banyaknya elemen masyarakat dengan multi karakter tentunya.

Tentu jika ditanya siapakah orator ulung di Indonesia, kita pasti akan menjawab Ir. Soekarno, pendiri bangsa dan bapak republik indonesia. Banyak para pemimpin saat ini terinspirasi dengan soekarno. Kehebatan pidatonya sampai menjadi orang yang di perhitungkan di dunia.
Melihat keberhasilan soekarno tentu, Seharusnya kita tidak melihat Soekarno hari ini, yang di juluki sebagai macan asia, atau orator ulung, atau pada saat ia hidup, siapapun yang mendengar beliau berpidato seketika akan berkobar semangat nasionalisme nya. Melainkan kita melihat ada siapa di belakang soekarno?.

Iyah, Cokroaminoto. baliau pendiri sarekat islam, dan di juluki sebagai guru bangsa. Dari beliaulah banyak dilahirkan orang orang hebat. Bagaimana tidak, di rumah beliau dulu banyak tinggal orang orang besar seperti Semaun, Syahrir, Kartosuwiryo, begitupun dengan soekarno.

Dahulu Ir. Soekarno sering sekali di ajak corkoamioto dan mendengarkan cokro berpidato saat cokro berada dalam sebuah acara. Beliau perhatikan betul gerak gerik cokro saat berpidato, mulai gesture tubuh, gerakan tangan, pandangan mata, gerak alis serta intonasi yang di gunakan saat naik dan turunnya.
Kemudian, soekarno mengikuti perlahan demi perlahan  cara cokro berpidato, di sela sela waktu luang soekarno mengisi waktu dengan berlatih berpidato. bak seorang presiden, ia pun berdiri di atas meja di suatu ruangan, dan membayangkan di sekeliling nya di hadiri oleh banyak orang, mulai lah ia berpidato dan berteriak keras.

Ilmu yang dihasilkan dari mengamati kemudian berlatih secara rutin waktu itu. ternyata tidak sia-sia. Di masa depannya Ia di percaya oleh kebanyakan masyarakat indonesia untuk memimpin negeri ini.
Soekarno menjadi presiden pertama republik indonesia. Dalam kiprahnya sosok mulailah merebak pidato pidato soekarno ke seantero negeri ini bahkan ke banyak negara.

Pidao pidato nya yang sangat keras dan tegas, bak halilintar yang menghantam musuh musushnya, isi pidato beliau banyak menolak kolonialisme dan imperialisme, juga liberalisme dan kapitalisme, dan tak kalah menarik di samping maraknya deklarasi negara menjadi blok timur dan blok barat. Tapi soekarno dengan  keras bahwa negara indonesia adalah satu satu nya negara yang Non-Blok.

Pasal nya keberanian beliau ter asah karena beliau merasa banyak masyrakat yang mendukung penuh atas perjuangannya. Bagaimana tidak, suara beliau dalam berpidato hebatnya dapat menghipnotis kobar api semangat rakyatnnya.

Ini tidak lain hasil dari jerih payahnya mengikuti cokroaminoto dalam berpidato di setiap acara. Beliau merelakan masa masa remajany, masa yang seharusnya di isi dengan pergaulan, canda, tawa,  dengan kerabatnya, bercerita dan bercanda tentang mimpi mimpi mudanya. Tapi itulah pilihan bung karno. Pilihan hidupnya memilih untuk lebih awal menghadapi manis dan getirnya kehidupan.

So, berkorbanlah.. untuk merelakan canda dan tawa di masa remaja. Mulailah berfikir tentang hal-hal besar. Kelak kita pun akan menjadi orang besar layaknya soekarno dan di perhitungkan banyak orang





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janur di sepanjang jalan.

Asssabi(Q)unal Akhirun

Mengundang Syahadat Dengan Cinta