••• Tirai Bambu, Awal Melintas Batas Nusantara •••

Beijing •••••

Ini pengalaman gue pertama kali nya keluar negeri guys, sebelumnya gue mau memperkenalkan diri gue dulu sebab gue percaya pepatah "Tak Kenal Maka Tak Sayang", dari pepatah ini sih gue berharap enggak berapa lama lagy gue bakal melepas status JOMBLO gue, ya kali aja ada satu dua pembaca wanita cantik dengan butanya melihat gue yang tampan, Rupawan penuh dengan wibawa dan berhati besar, teruz tiba tiba dya cari akun gue, teruz Chat Personal dengan kata kata "Will You Marry Me?".... #Ngarep.com , klo bgtu aslinya gue bakal jawab "There is No a Reason For Rejeck your invitation, so of Course, i want to marry you". Hehe....(Abaikan).

Oke guys, to the point only, nama panjang gue ARDIANSYAH FADLI, you can call me ARDI, i was born in Jakarta, and i come from Sukabumi (like earth) haha ... gue asli orang SUNDA, cma gue lama di Jakarta dan banyak deket dengan Betawi, Batak, Jawa dsb so accent gue g sunda banget, jadi lebih fleksibel aja . Malah kadang kadar kualitas bahasa Sunda gue cenderung menurun, karena sudah terkontaminasi dengan loghat dan bahasa bahasa lain. Maklum hidup d kota dengan kompleksitas permasalahan dan masyarakat yang heterogen (beuuh bahasa nya kayak anak kuliahan ) haha...

Gue emang anak Kuliah, gue kuliah di 'UI-N' lu tau apa artinya ?? Yaa... ini sekaligus yang membedakan kampus gue dengan kampus UI, soalnya gue bingung prestisius orang sama kampus UI itu gue rasa sangat berlebihan dan keterlaluan brooo,,, lu bayangin gue pernah ketemu 2 orang yang g saling kenal, dan mereka saling nanya, yang satu si A "lu kuliah dmana bro ???", Si B"di UI Brio".. si A "Wuiiiihhhhhh ngeriiii... mantappp....amazingg...tralalalaaa..trililii....top...B.G.T", si B "klo lu dmana ??" Si A "Di ...*$&%*'$$#"...", si B "Ohh.....".

Njirrrrrr sakit g si lu klo ada di posisi si A ?? Memuji orang berharap di puji balik taunya dapet "Zonk".  Haha

Klo gue pribadi tetep bangga sama almamater kampus gue, sebab gue punya alasan sendiri, UI yang banyak orang banggakan, itu kan Swasta karena g ada "N' nya, klo kampus gue UI-(N = Negeri) haha...

(Apaan sih g jeulas .co.id)

Yawdah langsung aja gue cerita yah,

Perjalanan pertama gue ke Negeri Tirai Bambu, di Mulai dari Sekretariat PP Muhammadiyah tepatnya di ruangan Kantor DPP IMM (Dewan pimpinan pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Menteng Jakarta Pusat. Tepat pukul 01.00 malam gue bersama teman teman (5 orang), melakukan pelepasan keberangkatan yang di gelar oleh salah satu organisasi terbesar di Indonesia, yakni IMM, sebab gue berangkat ke negara tirai bambu, tepatnya di Beijing China, bukan buat Jalan jalan (Traveler ataupun backpacker) melainkan untuk mengikuti kegiatan Konferensi Internasional dalam acara "Internasional Youth Organization, Beijing Sister City", nah gue ber-lima di amanahkan untuk mewakili organisasi gue (IMM) dan mewakili negara gue tercinta (Indonesia). Acara formal pelepasan berlangsung sekitar 1 jam an dengan di awali menyanyikan lagu Indonesia raya, dan lagu IMM. Gue meresapi betul saat saat menyanyikan lagu lagu tersebut. Tentu dengan penuh hormat, tangan terkepal, mata seketika terpejam dan membayangkan bahwa lagu yg sedang gue nyanyinan nantinya akan menjadi  nasihat dan spirit nasionalisme untuk mengharumkan nama baik organisasi dan negara di kancah Internasional.

Tak lepas untaian pesan pesan para senior, dan pimpinan pun turut membanjiri acara pelepasan kami, "Jaga nama baik Ikatan, Jaga Nama Baik Indonesia, jangan Lupakan Sholat, walaupun di sana negara Komunis yang tak Bertuhan, tapi Kalian memiliki Tuhan, dan Tuhan kalian tidak hanya di Indonesia, melainkan Di Tirai Bambu, bahkan di manapun kalian berada, Tuhan selalu hadir di hidup kalian, jadi jangan lupakan Ibadan"Ujar Pimpinan Kami (Kanda Beni Pramula).

Acara pelepasan selesai sekitar pukul 01:30, masih ada waktu 30 menit untuk saya berangkat ke bandara, dan Pesawat akan segera berangkat tepat pada setelah setelahnya. Segera kami bergegas membawa koper yang berisi pakaian ganty, alat mandi, uang seadanya, dan yang terpenting adalah Almamater IMM (Berwarna Merah), dan Bendera Kebangsaan gue  ( Merah Putih).

Naiklah gue bersama teman teman ke sebuah taksi Uber yang telah di pesan melalui online beberapa menit setelah acara selesai.

Hati gue sebenernya deg degan, sebab pas gue liat di tiket waktu keberangkatan pesawat sangat mepet sekali, sementara gue waktu itu masih OTW Airport, nah di mobil gue manfaatin dah tuh buat bikin status BBM "OTW Beijing, Mohon doa yah", Beuuhhh update status bgtu doank yang komen banyak banget guys,,, kebayang g si lho, haha... ada  yang ngedoaian, ada yang minta oleh oleh, ada yang minta salamin sama orang Sono, macem macem deh pokok nya, haha sempet gue bingung waktu itu !! Kok bisa yah respon komentar orang ttg status yang seperti itu lumayan banyak, sementara status gue sebelumnya yang bernada ilmu, statement, dan serupanya walaupun panjang dan banyak tapi yang komentar cuma sedikit?? (What's Wrong ??) Haha....

yaa gue sih mikir ternyata pandangan orang Indonesia saat ini terhadap hal yang berhubungan dengan luar negeri itu selalu memiliki prestisius yang sangat tinggi,

Sama hal nya ketika lo jalan ke tempat wisata  yang masih termasuk bagian dari Indonesia, Sebut saja Bali, Borobudur, dsb. Dan gue yakin d tempat itu pasty lu banyak ketemu sama bule bule, yang gue heran, pasty lu mau banget foto sama mereka (Bule) ?? Dan gue yakin g sedikit yang merasa bangga bisa foto sama bule ?? Ya kan ?? Hehe.. ngaku deh... sama gue juga bagian dari loe dan gue g menafikan itu.

Cma dsini gue bingung, kenapa kita orang Indonesia, ketemu bule di Indonesia tiba tiba mau banget foto foto sama bule ?? Se superioritas apa sih dya dimata kita ?? Tapi pernah kepikir g loe, klo lu ke luar negeri ada g yang minta foto sama lo orang bule sana nya  ?? Hehe.... (sampe sekrank gue g tau jawabannya)

Oke...30 menit berlaku dengan kecepatan yang standar dan didukung oleh jalanan yang plong dan tak berkendara. Sehingga syukurnya gue bisa tepat waktu sampe disana.

Sesampainya di sana, gue langsung Check In, dan memasukkan koper ke Bagasi Pesawat dan menenteng tas kecil gue dan di taro di Kabin Pesawat nanty nya,

Dan pelepasan itu berakhir di bandara Soekarno Hatta oleh Immawati Ela Novitasari, KK Cantik Kabid Hubungan Luar negeri DPP IMM, setelahnya gue sambil menunggu antrian Check in gue berusaha menghubungi keluarga di rumah, sebab baru inget klo gue belom ngabarin emak, dan babeh gue, tapi saat itu gue terharu, sekaligus sedih, sebab SMS, dan TLP gue g di bales sama sekali sama orang tua gue, mungkin beliau udah pada tidur jam segitu, ya mau g mau gue sampein lewat SMS aja, minta doa sekaligus keridhoan nya.

Check in Pun selesai, Tibalah saatnya memasuki gerbang pemberangkatan, sebelum nya ada pemeriksaan melalui sensor, dan di Bandara Soetta tak satupun barang gue yang di sita sebab dinilai tak membhayakan, hehe ya walaupun temen gue bawa air mineral, dan itu lolos g sama sekali kedeteksi, haha anggap saja ini bentuk kecil kelalaian petugas bandara d Indonesia hehe...

Rupanya... Pesawat Pun belum juga datang mungkin lagy delay, yaa gue manfaatkan waktu itu untuk Sholat Isya di Musholla, dan mengecash Handphone dan Kamera SLR.

Oia, lupa gue keberangkatan gue seharusnya ber-lima, berhubung 2 orang visa-nya masih terganggu, jadi gue bertiga  berangkat lebih awal dan yang 2 nyusul keesokan harinya.

Pesawat pun mulai nampak dari kejauhan, dan Pesawat yang Gue Tumpangi bernama "AirChina", pesawat nya g begitu besar, malah cenderung kecil, tapi cantik, sebab warna pesawatnya ungu, kemerahan jambuan, jadi Feminim banget haha...

Pertama kali sampai di pintu  pesawat gue pun d sambut oleh bidadari bidadari China, hehe.. (#Ralat: Maksudnya 'Pramugari") hehe.. masuk ke pesawat tentu dengan suasana yang berbeda, sebab lagu yang di putar di dalamnya adalah lagu dengan Mada nada China tepatnya 'Instrument' kali ya!

Jadi gue berasa seperti sudah berada di china, dengan pengaruh nada nada itu, padahal jauh panggang dari api, pesawat juga baru mendarat, dan belum sama sekali lepas landas.

Tidak beberapa lama pesawat berjalan memutari bandara bersiap untuk lepas landas tepat pukul 02:24 WIB, dengan kencang nya pesawat pun melesat ke atas, tidak berapa lama pramugari mulai mundur mandir, memberikan Snack (makanan ringan) dan Minuman, tak lama gue pun tertidur sebab gue bingung di pesawat, main Handphone g boleh, Buka DSLR juga g boleh, apalagy Laptop hehe... nah ini juga yg kadang gue bingung, (Bgni kebingungan gue ↡↡↡)

     "Kenapa sih Klo di pesawat kita g boleh Buka alat alat elektronik ?? Seperti Handphone, Kamera, Laptop dan barang barang yang lainnya ??? Yang gue denger sih alasannya karena takut mengganggu Sinyal/Radar pengemudi, dalam hal ini Pilot, Sebab frekuensi yang di hasilkan dari Alat elektronik itu sangat mengganggu hal itu.

    Tapi lo pernah mikir ga sih, klo pesawat pesawat pribadi malah bebas lo mau memakai fasilitas elektronik apapun ?? Ya contoh saja pesawat kepresidenan, Pesawat Artis, dsb. Lantas melihat realitas seperti ini apakah soal FREKUENSI masih bisa menjadi alasan utama ?? Hehe...HAYOLOOHH..."

gue bangun tepat Shubuh jam 05:00, dan sholat Shubuh d tempat dengan niat lihurmatil waqti (menghormati waktu sholat), Setelah itu gue harus menunggu beberapa jam lagy untuk sampai di bandara Beijing, tepat pada pukul 10:00  pagy pesawat tiba tiba pesawat turun landas dan mendarat di sebuah bandara, dan pas gue liat nama bandaranya adalah XIAMEN AIRPORT, lah gue jadi semakin bingung, di tiket nya tertulis JAKARTA-BEIJING, tapi kok mendarat nya di bandara Lain ?? Haha... gue mikir,, apa nyasar,, atau jangan jangan salah pesawat,,, apa bgmana,,,,haha..
Dah sehabis itu semua penumpang disuruh keluar, Recheck ulang gtu, sama seperti pemeriksaan pertama di bandara Indonesia, cma yang beda kesannya aja, karena pemeriksaannya bukan sama orang qta, jadi rada ngeri ngeri sedap, takut kayak d Film Film, hehe..."
Eh.. pas gue tanya, sama orang Indonesia terkait pendaratan kapal di bandara lain, ternyata berhubung pesawat nya kecil, sehingga harus mengisi bahan bakar di bandara lain, dan hal Recheck ni tidak lebih seperti formalitas agar supaya penumpang tidak bosan di dalam pesawat.. haha...
Akhirnya sejam kurang lebih melalui proses  Recheck akhirnya gue pun naik kembali ke pesawat dan melanjutkan perjalanan.
Kurang lebih tiga jam perjalanan dari XIAMEN AIRPORT- BEIJING AIRPORT, disitu gue mikir, "GILE,,,, Luas bener negara China"...
Ya klo gue bilang XIAMEN itu kayak di Bandara Sulawesi atau Sumatera gtu lah, cuma bedanya dilihat dari kejauhan di XIAMEN sudah seperti kota, karena yang ada Gedung Gedung bertingkat, dan Pabrik Pabrik Industry.
menempuh perjalan panjang sekitar 11 Jam, Jakarta-Beijing, dengan penuh rasa lebat, bosan,dan pusing di pesawat, akhirnya gue pun sampe di BEIJING AIRPORT, hehe..
Satu kata yang gue ucapkan pada saat itu adalah "SUBAHANALLOH".....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janur di sepanjang jalan.

Asssabi(Q)unal Akhirun

Mengundang Syahadat Dengan Cinta