Hidroponik Cara baru menanam PRAKTIS

Hidroponik adalah salaj satu cara tanam model baru yang tidak menggunakan tanah. Hidroponik Sendiri berasa dari kata Hidro dan Ponus, Hidro artinya air, sedangkan Ponus artinya daya. Bisa disimpulkan hidroponik berarti sistem penanaman dengan pemberdayaan air.

Inovasi in disamping baru, tetapi juga menawarkan banyak kelebihan seperti diantaranya, cara merawat yang lebih praktis, gangguan hama yang terkontrol, pemakaian pupuk dan air yang lebih efisien, tidak ada resiko kebanjiran, kekeringan, ataupun ketergantungan pada kondisi alam dan masih banyak lagi.

Namun disamping itu cara penanaman hidroponik juga memiliki kelelemahan seperti investasi yang relatif lebih besar, ketersediaan perangkat hidroponik yang agak sulit dan sebagainya.

Seperti yang dijelaskan oleh Jirifarm dalam seminarnya di Lapiazza Kelapa gading waktu itu bahwa ada dua media tanam dalam hidroponik yaitu Hidroponik non substrat (air), berupa larutan hara atau nutrien, dan hidroponik substrat, yaitu media selain tanah seperti Aram sekam, kerikil, serbuk kayu, dan hidroton.

Adapun hidroponik Sendiri memiliki banyak medote diantaranya metode floating raft, flood dan rain, drip/tetes, NFT, Aeroponik, dan kombinasi.

Kesemua metode hidroponik lagi lagi tidak ada yang sempurna dan memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Hanya saja dalam hidroponik pengguna dapat memilih cara dan metode yang dapat digunakan sekaligus sebagai alternatif untuk masyarakat yang memiliki hobi menanam, atau memang ingin berwirausaha dengan tanam menanam, namun tidak memiliki tanah yang luas, maka hidroponik setidaknya bisa mnejadi solusi.
Saya secara pribadi pun baru tau kalau ternyata ada media lain selain tanah untuk menanam dengan kualitas yang baik dan cara yang sederhana. Pemateri menjelaskan dengan sangat detail dan jelas.

Sama seperti media tanam dengan menggunakan tanah, cara tanam hidroponik juga harus memperhatikan parameter lingkungan seperti ketinggian tempat, suhu, kelembaban, sinar matahari dan sirkulasi udara. Selain itu tak kalah yang perlu di perhatikan juga terkait masalah seputar penanaman seperti, listrik 24jam, daun rusak, konsentrasi larutan, debit air, sumur di selang plastik dan sebagainya.

Hal demikian tidak lain untuk memaksimalkan hasil dari tanaman yang baik, berkualitas dan berdaya jual tinggi. Seperti diproduksi untuk suplay di supermarket, mal, dan pasar modern lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janur di sepanjang jalan.

Asssabi(Q)unal Akhirun

Mengundang Syahadat Dengan Cinta