Mengenang Para Pejuang
Tapi, kami yakin kau
bukanlah orang yang mengelu-elukan pujian, sehingga setiap hari kami harus
mengenang-mu, sayang, kau tak seperti sosok pahlawan di masa dimana kamu hidup.
Pahlawan di masa kami adalah pahlawan yang banyak mencari nama dan pujian di
atas penderitaan rakyat.
Pahlawan dimasa kami
adalah pahlawan yang haus akan pujian dan sanjungan, pahlawan yang lebih mengenali
karakter bangsa lain dari pada karakter bangsanya sendiri. Pahlawan yang tak
faham kemauan dan keinginan rakyatnya. Pahlawan yang lebih memilih menjadi
lawan daripada menjadi sahabat rakyatnya.
lilin-lilin ini menjadi
bukti bahwa kegelapan ada dimana-mana, dan tak satupun pahlawan dimasa kami, yang berani
melawan kegelapan. Mereka hanya berani muncul di siang petang di tengah hiruk
pikuk kehidupan mulai sibuk. Kami faham, berjuang di tengah kegelapan memang
memerlukan keikhlasan dan resiko tanpa pujian, tanpa ucap terima kasih. Sebab disiang
hari kondisi justru akan sangat menguntungkan sehingga banyak pahlawan di zaman
ku yang berjuang di tengah keramaian.
Kami ingin mengatakan bahwa
lilin lilin ini mewakili setiap perjuangan pahlawan kami dahulu. Perjuangan yang
tak mengenal untung rugi kantong dan nama pribadi, melainkan perjuangan untuk
demi membela harga diri untuk sebuah kemerdekaan. Membeli kemerdekaan dengan
harga yang sangat mahal sebab bukan hanya bicara materi, tapi hidup dan mati.
Bagi kami Merayakanmu hanya
untuk beberapa jam tak sebanding dengan
perjuangan mu yang begitu panjang. kami tak menghiraukan kicauan orang sinis
yang tak pernah bisa memahami maksud dan tujuan kami malam ini.
Kami tak peduli, yang terpenting di kubur sana
pahlawanku menyaksikan bahwa ada segelintir orang yang kelak menjadi buih
regenrasi pahlawan di masadepan yang masih berusaha menghargai jasa dan
pengorbanan para pahlawan dengan caranya nya masing-masing.
Terima kasih pahlawanku

Komentar