Mengenang Para Pejuang



Kami ada untuk kalian Pahlawanku, kami selalu yakin bahwa kematian bukanlah akhir dari perjuangan mu. Walau jasad lebur didalam kubur, tapi nama dan konstribusi mu tetap bisa kami rasakan hingga saat ini. Kalaupun perlu, jika kau ingin tak hanya 10 november kami memperingati jasamu untuk sekedar menghormati dan berterima kasih atas jasa yang pernah kau berikan setiap hari pun kamu sanggup memperingati mu untuk selalu ingat terhadap perjuangan yang tak mudah itu.  

Tapi, kami yakin kau bukanlah orang yang mengelu-elukan pujian, sehingga setiap hari kami harus mengenang-mu, sayang, kau tak seperti sosok pahlawan di masa dimana kamu hidup. Pahlawan di masa kami adalah pahlawan yang banyak mencari nama dan pujian di atas penderitaan rakyat.

Pahlawan dimasa kami adalah pahlawan yang haus akan pujian dan sanjungan, pahlawan yang lebih mengenali karakter bangsa lain dari pada karakter bangsanya sendiri. Pahlawan yang tak faham kemauan dan keinginan rakyatnya. Pahlawan yang lebih memilih menjadi lawan daripada menjadi sahabat rakyatnya.

lilin-lilin ini menjadi bukti bahwa kegelapan ada dimana-mana, dan tak  satupun pahlawan dimasa kami, yang berani melawan kegelapan. Mereka hanya berani muncul di siang petang di tengah hiruk pikuk kehidupan mulai sibuk. Kami faham, berjuang di tengah kegelapan memang memerlukan keikhlasan dan resiko tanpa pujian, tanpa ucap terima kasih. Sebab disiang hari kondisi justru akan sangat menguntungkan sehingga banyak pahlawan di zaman ku yang berjuang di tengah keramaian.

Kami ingin mengatakan bahwa lilin lilin ini mewakili setiap perjuangan pahlawan kami dahulu. Perjuangan yang tak mengenal untung rugi kantong dan nama pribadi, melainkan perjuangan untuk demi membela harga diri untuk sebuah kemerdekaan. Membeli kemerdekaan dengan harga yang sangat mahal sebab bukan hanya bicara materi, tapi hidup dan mati.

Bagi kami Merayakanmu hanya untuk beberapa  jam tak sebanding dengan perjuangan mu yang begitu panjang. kami tak menghiraukan kicauan orang sinis yang tak pernah bisa memahami maksud dan tujuan kami malam ini.

     Kami tak peduli, yang terpenting di kubur sana pahlawanku menyaksikan bahwa ada segelintir orang yang kelak menjadi buih regenrasi pahlawan di masadepan yang masih berusaha menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan dengan caranya nya masing-masing.


Terima kasih pahlawanku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janur di sepanjang jalan.

Asssabi(Q)unal Akhirun

Mengundang Syahadat Dengan Cinta