Pembunuh digital


(Pembunuh digital tidak mematikan fisik. tapi dia mematikan jiwa, karya dan nurani kemanusiaan)

Jualan Berita "Prostitusi Online"

Satu waktu, berita tentang prostitusi online tengah menguat jadi pergunjingan banyak orang, beberapa stasiun televisi bahkan tak bosan-bosannya menayangkan ulang, dan terus berusaha menggali informasi terbaru sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber. bahkan mereka mencari banyak ahli untuk juga ikut nimbrung mengomentari agar - Ibarat makanan - berita ini bakal tetep hangat, awet dan tidak basi dimakan waktu. Publik pun dibuat seperti ikan mujair dalam kolam yang muncul kepermukaan, mulutnya terus mengaga kelaparan, sambil menunggu santapan makanan dari media berupa berita terbaru dan perkembangan kasus prostitusi online.

Benar saja, berkat pemberitaan yang begitu massif dari berbagai media, terutama media media mainstream, berita tentang prostitusi online ternyata jadi trending topik di banyak platform media sosial, terutama Twitter. bahkan hastag "menjemput rezeki 2019" yang pernah dipakai oleh salah seorang tersangka artis kasus prostitusi online di story instagramnya, juga ramai digunakan dan dijadikan guyonan.

Menjemput Rezeki Nihil Makna 

Kalimat yang semula memiliki makna yang begitu dalam, tiba-tiba malah jadi sambungan kata kata hampa tanpa makna. "menjemput rezeki 2019", mestinya memang jadi kalimat yang memiliki sakralitasnya tersendiri ketika diucapkan, minimal ketika ada teman atau seseorang yang mengutarakan kalimat itu, maka yang terbersit dipikiran kita, berarti dia tengah berjuang keras, bersungguh-sungguh, dan memiliki dimensi ketuhanan dalam jerih payahnya.

Tapi saat ini, kalimat itu kosong, kosong makna, dan hampa saat diucapkan. Kalau sudah begini, kita tidak dapat menyalahkan siapa siapa, Kita hanya harus menerima jika suatu waktu ada seseorang atau malah kita sendiri, mengucapkan kalimat itu, meski dengan kesungguhan sekalipun, jangan heran kalau orang akan menertawakan, mencemooh, dan menganggapnya tidak serius. Bahkan mungkin  sampai menuduh yang tidak-tidak. Haha

Hakim Agung Bernama Netizen

Negeri ini, negeri hukum, tapi di dunia digital hukum saja tidak cukup untuk menjadi hakim, banyak hakim hakim yang terlampau agung bermunculan di media sosial, mereka dengan entengnya tidak segan-segan untuk menghina, menyerang, bahkan membunuh karakter dan psikologis seseorang. Komentarnya bukan hanya pedas, tetapi juga mematikan.

Dan pada akhirnya banyak sekali orang dibuat nangis, marah, kesal, dan benci, sejadi jadinya oleh media sosial atau oleh hakim agung Netizen.

Kisah Tentang Selebritis Kemarin Sore 

Selang beberapa hari, diikuti dengan semakin tajamnya proses penyidikan kasus prostitusi online oleh kepolisian, telefon berdering kencang di handphone Indah, selebritis kemarin sore yang dikenal cantik dan menggemaskan.

Ternyata teman dekatnya, Nina yang telfon. Sebagai basabasi, Awalnya, Nina bertanya soal kabar, karena udah g sabar, selanjutnya Nina langsung bertanya to the point ke intinya,, "Indah, astaghfirullah, lu serius terjerat kasus prostitusi online ? Ini beritanya baru gua liat di TV atau jangan-jangan lu belum tahu ?" Tanya Nina penasaran.

Bak seperti disambar petir, Indah tentu saja kaget dengan pertanyaan Nina yang sekaligus menjadi informasi awal Indah tentang dirinya. Bagaimanapun Indah belum pernah kena ujian seberat ini,

Dia tak langsung menjawab, bibirnya tertutup, dadanya sesak, dan air matanya membuncah deras keluar membasahi permukaan wajahnya. Jelas ini bukan salah, Nina, karena Nina hanya bertanya, meski pertanyaannya membuat Indah Shock dan terkejut.

Indah seperti namanya, dia perempuan cantik, tapi sayang dia polos dan lugu, dia begitu baik kepada siapapun, wajar kalau dia tidak pilah pilih dalam pergaulan dan pertemanan. Walhasil, begini keadaannya, ada saja oknum oknum orang yang ternyata memanfaatkan kebaikan dan kepolosannya itu.

"Astaghfirullah, ini masalah apalagi" jawab Indah sambil nangis,, "demi Allah, Gua nggak pernah melakukan perbuatan keji itu Nin" lanjutnya meyakinkan Nina.

Nina percaya pada temannya, bahkan dia sendiri juga heran dengan pemberitaan miring yang tengah beredar menimpa sahabatnya itu, walau begitu, Nina tetap merasa bersalah, lantaran air mata indah yang keluar tidak lain karena informasinya itu.

"Indah, gue percaya kok sama elu" jelas Nina sedih, " sebenernya gua nggak ada maksud apa apa, bertanya seperti ini. Tapi sebagai seorang sahabat, gua selalu mendoakan kalau berita negatif yang beredar tentang lu tidak benar. Lu tetep tegar dan sabar yah menghadapi semua masalah ini" ungkapan yang lebih tepatnya sebagai doa dan harapan Nina kepada sahabat baiknya itu.

Netizen Berdaulat Netizen Menghujat 

Tak berapa lama selepas telfon dan sehabis balik dari kamar mandi,  Indah kembali kaget, melihat ada banyak sekali notifikasi Instagram membanjiri ponselnya.

Dering dan getarnya tak kunjung berhenti, pertanda ada banyak sekali notif yang masuk, mungkin saja ratusan atau bahkan ribuan notif.

Tapi apa? indah bingung, tak seperti biasanya, meskipun artis, Indah hanya pernah paling banyak mendapat puluhan notif dalam sehari, dan waktunya tak bersamaan, tidak seperti yang saat ini terjadi. Maklum, Indah artis pendatang baru.

Dia ingat, sepertinya ini ada hubungannya dengan masalah prostitusi online yang tadi diceritakan Nina. Dan ternyata benar dugaan indah, notif itu berasal dari cemoohan dan cibiran netizen soal indah yang bersumber dari kolom komentar akun Instagram lambe turah, akun yang banyak menyebarkan informasi tentang kehidupan selebritis, mulai tentang pernikahan, perceraian, perselingkuhan, pertengkaran artis, bahkan sampai kasus isu prostitusi seperti yang tengah menimpa indah saat ini.

Gara gara Lambe Turah

Lambe turah dikenal banyak orang jadi media terdepan dalam menginformasikan seputar dunia selebritis, sederhananya, lambe turah kerap dianggap media yang lebih dulu tau tentang isu artis bahkan sebelum tayang di televisi sekalipun. Untuk itu wajar, Lambe Turah punya banyak ummat di Instagram, dan tentunya anda bisa bayangkan bagaimana berada posisi indah yang mendadak terkenal dan dikenal banyak orang dengan kasus prostitusinya itu karena di post di Instagram Lambe Turah.

Karena penyebaran beritanya sangat massif,  Komentar-komentar tentang indah pun akhirnya tak hanya bersarang di Lambe Turah, tapi di banyak hampir setiap akun Instagram yang memberitakan soal dirinya. Walhasil indah diserang banyak netizen dengan mengaitkan namanya di kolom komentar dari berbagai penjuru

Karena penasaran, malam sebelum tidur, indah sengaja membuka dan membaca beberapa notifikasi tentangnya itu, kira kira dia mau tau, apa yang diucapkan netizen tentang dirinya.

Tak disangka, baru buka sekitar belasan notif yang dibaca, indah sudah tidak kuat, hatinya rapuh, badannya lemas, air matanya kembali banjir, ada campur aduk rasa, yang pasti antara kesal dan sedih,
Omongan netizen memang sangat sadis, jahat dan tidak disaring, mereka menjadi hakim dan seenaknya menghakimi Indah dan menghujani indah dengan kata-kata kotor dan keji.

"Dasar, Pel*cur @Indah" sabda netizen @tjajs
"Perempuan biadab, @indah" sabda netizen @ty
"Gokil nih cewe, bisa kali @indah" sabda netizen @dplmf
"Cantik doank, tapi kayak binatang" sabda netizen @tuwkm

Karena kesal, dia lempar hp-nya jauh-jauh ke pojokkan kamar, sambil menangis, indah ambil foto figura diatas meja, menarik selimut dan memeluk bantal guling, lalu dia tatapi betul wajah ibu dan almarhum ayahnya di figura itu.

Seperti ingin mengutarakan kesedihannya, soal kondisinya yang sedang terpukul. Dalam keheningan malam, dengan tangis yang masih meninggalkan sesak, sambil menatap foto ayah dan ibunya, indah bicara dalam hati, kalau dirinya ingin kembali jadi anak kecil lagi, berada dibawah kasih sayang orang tua, Bahkan malam itu, dia juga meminta maaf, karena telah mencoreng nama baik keluarga, yang padahal, dia sama sekali tidak pernah melakukannya. Tapi apa dikata, fitnah sudah begitu deras menyebar kesana kemari orang terlanjur punya penilaian buruk terhadap dirinya.

Malam itu, Indah bahkan juga bersumpah didepan foto ibu dan ayahnya, kalau yang tengah menimpanya saat ini tidak lain hanyalah Fitnah, dan suatu saat, dia berjanji akan mengklarifikasinya kepada siapapun terutama dihadapan media, dan kalau perlu dihadapan pihak kepolisian sekalipun.

Gara gara Netizen Mati Karya 

Keesokan harinya, hp indah berdering lagi, kali ini pesan WA banyak masuk, bukan dari netizen, melainkan dari orang-orang yang dikenal indah. Ternyata, beberapa kliennya yang mengirimi pesan WA, yang ternyata intinya mereka melakukan pemutusan kontrak dan pembatalan perencanaan project yang akan melibatkan dirinya.

Indah lagi-lagi terpukul, efeknya domino, karena isu dan fitnah prositusi online, dia jadi harus kehilangan mata pencahariannya sebagai aktris dan penyanyi. Semua klien bisnisnya pergi, begitupun korporat banyak yang memutus kontrak kerjasama karena takut terseret-seret kasus yang tengah menimpa indah.

Kali ini, dia benar benar tidak sanggup menanggung sendiri permasalahannya, Indah bermaksud untuk pulang ke kampung halamannya. Tapi sebelum pulang menemui ibunya, indah terlebih dahulu menelpon ibu untuk sekedar menanyai kabar, juga menenangkan dirinya dan mencurahkan semua masalahnya yang sedang menimpanya di kota.

Kembali Jalan Terbaik 

Keputusan besar rupanya diambil oleh Indah setelah berdiskusi panjang dengan sang Ibu di telfon, dia berencana akan balik saja ke rumah ibunya, dan menghentikan perantauannya di kota.

Semua aset, rumah di kota hasil jerih payahnya selama setahun ini, dijualnya untuk modal renovasi rumah ibunya di kampung, dan sebagiannya lagi untuk modal usaha.

Sejak saat itu, dia bersumpah pada dirinya sendiri, untuk tidak akan pernah lagi kembali ke kota dan menjadi artis. Akun instagramnya pun sengaja di tutup, karena dia benci dan muak kepada netizen.

Terakhir, rupanya indah meninggalkan pesan, khusus kepada si pembaca tulisan ini, menurutnya "bahwa Pembunuh Digital memang tidak mematikan fisik, tapi dia mematikan jiwa, karya dan naluri kemanusiaan".

"Aku adalah korban pembunuh digital, fisikku utuh, tapi karyaku hancur dan jiwaku lebur" tegas Indah kepada para pembaca.

Terima kasih, Xie Xie, Hatur Nuhun 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janur di sepanjang jalan.

Asssabi(Q)unal Akhirun

Mengundang Syahadat Dengan Cinta