••• Belajar Islam dan Demokrasi dari Indonesia ( A Lesson of Islam and democracy from Indonesia ) •••
Demokrasi
Sebagaimana yang dikatakan Winston Churchill dalam pidatonya, “demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang paling buruk, tetapi yang paling baik di antara semua bentuk pemerintahan yang pernah di coba dari masa ke masa”.
Demokrasi diturunkan dari kata Yunani Kratos, yang artinya kekuasaan. Demokrasi berarti kekuasaan di tangan rakyat. Abraham Lincoln (1863), memuji kebaikan-kebaikan dari apa yang dia sebut sebagai ‘pemerintahan dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat’. Maksudnya adalah bahwa demokrasi menghubungkan pemerintahan dengan rakyat, dimana yang termasuk rakyat sendiri adalah seluruh populasi yang ada di suatu Negara. Sehingga yang dikatakan demokrasi adalah adanya keterlibatan rakyat baik secara langsung maupun tidak terhadap berjalannya suatu pemerintahan di suatu Negara.
Negara Indonesia adalah Negara berkembang yang menerapkan Sistem demokrasi sejak awal terbentuknya NKRI (Negara kesatuan Republik Di Indonesia). Sampai saat ini setidaknya Negara Indonesia telah melalui empat masa demokrasi dengan berbagai versi. Diantaranya adalah demokrasi liberal dimasa kemerdekaan, demokrasi terpimpin dimasa Presiden Soekarno, demokrasi Pancasila yang dimulai sejak pemerintahan Presiden Soeharto dan terakhir adalah demokrasi yang saat ini masih dalam masa transisi.
Berbagai macam Versi demokrasi yang pernah diterapkan ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yang pada dasarnya dapat memberikan pelajaran berharga bagi kita. Seperti halnya demokrasi terpimpin yang dideklarasikan oleh presiden Soekarno (setelah melihat terlelu lamanya konstituate mengeluarkan dasar undang-undang baru) telah memperkuat posisi soekarno secara absolut, dan di satu sisi hal ini berdampak pada kewibawaan Indonesia di forum Internasional yang diperlihatkan oleh berbagai manuver yang dilakukan soekarno serta munculnya Indonesia sebagai salah satu kekuatan militer yang patut diperhitungkan di Asia, namun pada sisi lain segi ekonomi rakyat kurang terperhatikan akibat berbagai kebijakan politik pada masa itu.
Demokrasi yang berkembang dinegara yang mayoritas penduduknya adalah agama Islam tentu memiliki penerapan demokrasi yang berbeda dari aslinya, sebab prinsip-prinsip demokrasi di Indonesia tentu harus berjalan seiringan dengan prinsip-prinsip yang ada dalam ajaran agama islam.
Ditengah proses demokratisasi global banyak kalangan ahli demokrasi seperti diantaranya Larry diamond, Juan J. Linze, Seiymour Martin lipset yang menyimpulkan bahwa dunia Islam tidak memiliki prospek untuk mempunyai pengalaman demokrasi yang cukup andal.
Islam dan demokrasi adalah dua system politik yang berbeda. Sebab islam tidak bias disubordinatkan dengan demokrasi karena islam merupakan system politik yang mandiri (Self-Sufficient). Jika kita melihat secara mendasar tentu sangat berbeda sekali antara islam dan demokrasi.
Seperti yang dikatakan oleh Prof.Komaruddin Hidayat, bahwa perbedaan mendasar antara kedua system tersebut adalah jika dalam demokrasi kedaulatan ada di tangan rakyat, maka dalam islam kedaulatan ada di tangan tuhan. Ini adalah sesuatu yang berbeda, tapi kita tidak melihat perbedaan itu, banyak tokoh-tokoh di Indonesia yang kemudian mengkaji dan berusaha menghubungkan antara prinsip-prinsip diantara keduanya. Dan di Indonesia kita melihat keberhasilan yang luar biasa dengan berjalannya kedua system tersebut dengan sangat harmonis.
Ini terlihat dengan tidak berubahnya system demokrasi Di Indonesia dengan system yang lain, walaupun adanya perubahan perubahan gaya demokrasi tapi tetap tidak menghilangkan eksistensi demokrasi tersebut. sebab pada dasarnya islam pun merupakan system nilai yang membenarkan dan mendukung system politik demokrasi seperti yang di praktikkan Negara-negara maju. Dan islam didalam dirinya sebenarnya bersifat demokratis, tidak hanya kar3ena prinsip-prinsip syura (Musyawarah), tetapi juga karena adanya konsep ijtihad dan ijma (konsensus).
Bahkan Seorang cendekiawan muslim Indonesia, Nurcholish madjid memaparkan gagasan-gagasannya terkait dengan demokrasi. Menurutnya, ada enam norma atau unsur pokok yang dibutuhkan oleh tatanan masyarakat yang demokratis. diantaranya : Perama, Kesadaran akan pluralisme, yakni kesadaran akan kemajemukan yang tidak sekedar pengakuan secara pasif akan kenyataan masyarakat Indonesia yang majemuk, melainkan diharapkan adanyan tindakan yang aktif dan sikap yang positif. Kedua, Musyawarah, maknanya ialah mengharuskan adanya kedewasaan warga Negara untuk secara tulus menerima kemungkinan melakukan negosiasi dan politik secara damai dalam setiap keputusan bersama. Ketiga, cara haruslah sejalan dengan tujuan. Keempat, kejujuran dalam kemufakatan, kondisi masyarakat demokrasi dituntut untuk menguasai dan menjalankan seni permusyawaratan yang jujur dan sehat untuk mencapai kesepakatan untuk memberi keuntungan semua pihak. Kelima, Kebebasan Nurani (freedom of Conscience), Persamaan hak dan kewajiban (egalitarianism), merupakan norma demokrasi yang harus di integrasikan dengan sikap percaya pada I’tikad baik orang dan kelompok lain (trust attitude). Keenam, trial and error (percobaan dan salah) dalam demokrasi. Sebab demokrasi bukanlah sesuatu yang telah selesai dan siap saji tetapi ia merupakan sebuah proses tanpa henti.
Mempelajari Demokrasi dan islam dari Indonesia
Berjalannya demokrasi dan islam secara harmonis di Indonesia dikarenakan adanya kesamaan prinsip prinsip dalam kedua system tersebut. Seperti halnya hak asasi manusia (human right) adalah salah satu lembaga yang merupakan produk demokrasi yang ada di Indonesia, dan mayoritas orang islam di Indonesia pun mendukung nya sebab dalam islam pun ada yang dinamakan Maqqasid syar’iyyah. Jika dalam demokrasi membicarakan nilai nilai humanism, maka islampun juga berbicara tentang itu.
Jadi kedua system ini di Indonesia berjalan dengan sangat baik, sebab keduanya memiliki hubungan yang sifatnya saling mempengaruhi. islam berada pada posisi tawasuth (tengah). Sehingga berjalannya demokrasi masih dapat di control agar selalu dapat beriringan dengan nilai dan prinsip yang dalam ajaran agama islam.
Sebab dalam islam bukan hanya terdapat nilai-nilai demokrasi (Musyawarah, mufakat, ijtihad, ijma) namun juga sosialisme (peduli terhadap orang lain, membayar zakat, infaq dan shodaqoh), seperti halnya ajaran demokrasi liberal yang menerapkan kapitalisme, adanya persaingan diantara warga tentu tidak menutup kemungkinan hal seperti ini akan banyak menimbulkan konflik. sehingga dalam islam khususnya yang terjadi di Indonesia jika secara demokratis seseorang memenangkan persaingan maka orang tersebut masih tetap menerapkan nilai nilai sosialisme nya seperti memenangkan persaingan tanpa merugikan orang lain.
Ini adalah hal yang dapat kita pelajari, pertama, secara kultural memang mayoritas masyarakat Indonesia beragama islam namun mereka tidak memaksakan untuk menjadikan Negara Indonesia adalah Negara islam. Kedua, berjalannya demokrasi di Indonesia tidak melupakan nilai nilai sosialisme yang mungkin di beberapa Negara karena factor sejarah sehingga sangat sulit memadukan kedua system ini. Ketiga, demokrasi di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri dengan demokrasi yang ada di barat yaitu demokrasi liberal. Keempat, mayasrakat di Indonesia sangatlah menghargai kemajemukan dan memiliki jiwa toleransi yang amat tinggi. Kelima, perbedaan ras, suku, dan juga agama tidak menjadi permasalahan mendasar bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, dan mereka hidup secara berdampingan satu dengan lainnya.
Masih banyak lagi tentu yang dapat kita ambil pelajaran dari Indonesia khususnya terkait islam dan demokrasi. Sehingga tidak berlebihan jika ada yang mengatakan “sudah saatnya Negara-negara barat maupun juga timur tengah, belajar dan mempelajari tentang islam dan demokrasi dari Indonesia”.
Edoisi Bahasa Inggris (English Edition)
A Lesson of Islam and democracy From Indonesia
(Written By : Ardiansyah Fadli student majoring in communications broadcasting Islamic, Da’wah and communication faculty of State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta and Member of Muhammadiyah Student Association branch Ciputat)
As Winston Churchill said in a speech, "Democracy is the worst form of government,
but the most excellent among all forms of government ever be tried from time to time ".
Democracy’s derived from the Greek word Kratos, which means power. Democracy means power in the hands of the people . Abraham Lincoln (1863), praising the virtues of what he calls the ' government of the people, for the people and by the people '. The point is that democratic governments connect with the people, which included the people themselves are the entire population in a country. So that being said democracy is the involvement of people either directly or indirectly the passage of a government in a country .
Indonesia is a developing country that’s implementing democratic system
since the beginning of the formation of NKRI ( the Unitary State of the Republic in Indonesia). Until now at least Indonesia Country has gone through four periods with different versions of democracy. Among them is a liberal democratic future independence , President Sukarno's Guided Democracy future, Pancasila democracy which began under President Soeharto and the last is a democracy that is still in transition.
A wide variety of versions of democracy that once applied it certainly has its advantages and disadvantages of each, which basically can provide valuable lessons for us As well as guided democracy, which was declared by President Sukarno (after seeing too long basic Constitutional Assembly of Indonesia issued a new law) has strengthened the position soekarno absolute terms, and on the one hand this affects the authority of Indonesia in international forums shown by various manoeuvers soekarno and the emergence of Indonesia as a military force to be reckoned with in Asia, but on the other side in terms of the people's economy is less unnoticed due to various policy at that time. Democracy is developing country whose majority is the religion of Islam certainly has application democracy different from the original, because the principles of democracy in Indonesia would have to go hand in hand with the principles contained in the teachings of the Islamic religion. Amid the global democratization process among many experts democracy such as Larry Diamond , Juan J. Linze, Seiymour Martin Lipset concluded that Islamic world have no prospect of having democratic experience is quite reliable.
Islam and democracy are two different political systems Because Islam does not refraction in the subordinate with democracy because Islam is a political system that is independent (Self - Sufficient ). If we look fundamentally very different course between Islam and democracy.
As said by Prof. Dr. Komaruddin Hidayat , that the fundamental difference between the two systems is if in a democracy sovereignty is in the hands of the people, Then in Islam sovereignty is in the hands of god. This is something different, but we do not see the difference, many figures in Indonesia who then examines and attempts to connect between the principles of the two. And in Indonesia, we see tremendous success with the passing of the two systems are very harmonious. This is seen by no change in the system of democracy in Indonesia with another system, despite the change in the change in style democracy but still did not eliminate the existence of democracy. basically because Islam was a value system that justifies and support the political system of democracy as practiced in the developed countries. And Islam itself actually be democratic, not only because of principles of shura ( Consultative ) but also because the concept of ijtihad and ijma ( consensus ) .
Even An Indonesian Muslim scholar, Nurcholish madjid explained his ideas related to democracy . According to him , there are six basic elements norm or required by order of a democratic society. including : first, the awareness of the plurality that is not merely passive recognition of the fact the pluralistic Indonesian society it is expected that the action of active and positive attitude. Second, Deliberation, its meaning is to require their citizens maturity to sincerely accept the possibility of negotiation and peaceful political in any joint decisions . Third, how to be consistent with the goals. Fourth, honesty in the agreement, conditions of democratic society are required to master the art of consultative and run an honest and healthy to reach an agreement for the benefit of all parties. Fifth, the Freedom of Conscience ( Freedom of Conscience ), Equal rights and obligations ( egalitarianism ), is a democratic norm that must be integrated with an attitude of trust in I'tikad both people and other groups (trust attitude). Sixth, trial and error, in a democracy. Because democracy is not something that has been completed and ready to eat, but it is an ongoing process.
Studying Democracy and Islam from Indonesia
Passage of democracy and Islam in harmony in Indonesia due to the similarity of the two principles in the system. Just as human rights (human rights ) is one institution that is a product of democracy in Indonesia, and the majority of the people of Islam in Indonesia was supporting her because in Islam there is any called Maqqasid syar'iyyah (purpose of syari’ah. If the values of democracy talk about humanism, then Islam was also talking about it .
So both these systems in Indonesia went very well, because they both have relationships that are mutually exclusive. Islam is in a position tawasuth ( middle ). So goes democracy can still be in control so that can always hand in hand with the values and principles in the teachings of the Islamic religion .
Because in Islam not only are the values of democracy ( Deliberation, compromise, ijtihad, ijma ) but also socialism ( Caring for others, paying zakat, infaq and shodaqoh ) as well as applying the teachings of liberal democratic capitalism, the existence of competition among the citizens certainly do not rule out the possibility of this will lead to conflicts. so in Islam that occurred in Indonesia, especially if democratically man wins competition then the individual is still applying the values of socialism its like to give something as a sign of concern for others and this is a symbol that win the competition without harming others .
These are things that we can learn, first, culturally indeed the vast majority of Indonesian Moslem, but they do not impose to make the State of Indonesia is a state of Islam. Second, the passage of democracy in Indonesia has not forgotten the values of socialism is possible in some countries because the historical factor making it very difficult to combine these two systems. Third, democracy in Indonesia has its own characteristics with democracy in the West namely liberal democracy. Fourth, sociaty in Indonesia is value diversity and have the spirit of tolerance is very high. Fifth, differences in race, ethnicity, and religion is not a fundamental problem for most people of Indonesia, and they coexist with one another.
There are many more of course we can take lessons from Indonesia especially related to Islam and democracy So it’s not excessive if someone says
"It is time for western countries and also the Middle East, to learn and to learn about Islam and democracy of Indonesia ".
.
Komentar