••• Pancasila modal spirit Rakyat Indonesia •••
Di abad ke-21 ini tantangan zaman yang dihadapi oleh suatu bangsa semakin besar, permasalahan semakin kompleks. Arus globaliasi menuntun generasi di abad ini untuk lebih survive dan bangkit dari keterpurukan, kemunduran, dan keterbelakangan.
Tekhnologi seakan menjadi bukti bahwa kita bangsa ndonesia di paksa untuk menyesuaikan pola hidup dan perkembangan zaman seperti yang ada di negara negara maju seperti eropa dan amerika.
Budaya konsumtif adalah salah satu permasalahan yang di hadapi bangsa ini. pengaruh advertisment produk-produk impor seakan menjadi momok dan nampaknya bangsa ini sudah terpengaruhi oleh iklan iklan produk yang seketika menyulap sesuatu hal yang tidak begitu penting, menjadi produk yang menjadi sangat di butuhkan oleh bangsa ini.
meningginya persentase budaya konsumtif masyarakat indonesia justru memanjakan bangsa ini untuk tidak bersikap produktif. sikap ini tentu sangat merugikan bangsa indonesia, di samping bangsa yang besar namun belum mampu membawa bangsa ke arah yang lebih produktif.
Bagaimanapun negara yang produktif akan jauh lebih maju karena kemandirian bangsa yang terus diasah. sementara negara yang konsumtif akan melemah karena ketergantungannya dengan negara lain.
Hal ini berdampak pada sesuatu yang tidak diharapkan oleh bangsa ini, nasionalisme yang tidak terbangun, sikap membanggakan kebudayaan luar, dan lupa akan esensi dan tujuan dibentuknya negara ini oleh para pendiri bangsa.
Tidaklah mudah mencintai bangsa indonesia di abad ke-21 ini, jika cita-cita berdirinya bangsa Indonesia menjadi ukuran kecintaan kita kepadanya seperti yang ditulis dengan perjuangan darah dan air mata rakyat serta para pendiri bangsa indonesia dalam pembukaan undang-undang 1945, “mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Kalimat itu ditegaskan lagi dengan janji akan “membentuk suatu pemerintahan negara indonesia yang melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Kalimat itu selalu di bacakan disetiap upacara bendera dan hari kemerdekaa indonesia. sepertinya kalimat itu untuk saat ini hanya menjadi isapan jempol, ataupun kata-kata tak bermakna yang justru membuat orang bertanya-tanya bagaimana cara mencintai bangsa ini, dengan keadaan bangsa yang seperti ini ?
Bangsa ini membutuhkan ruh, ideologi, dasar negara, yang mampu mempersatukan masyarakat indonesia dengan visi dan misi yang jelas sebagai bangsa. Sehingga terciptalah masyrakat yang bersatu dan berdaulat.
Tepat tanggal 1 juni 1945 terciptalah sebuah konsep dasar negara yang memperkuat identitasnya sebagai bangsa. Hasil karya para pendiri bangsa, konsep ini mereka namakan PANCASILA.
Bersambung........................
Francis Fukuyama pernah mengatakan, ancaman terbesar abad ke-21 ini adalah “Negara Gagal”, negara yang antara lain menyandang tanda-tanda kemiskinan, pengangguran, konflik antar kelompok dan merebaknya aksi teror.
Francis Fukuyama pernah mengatakan, ancaman terbesar abad ke-21 ini adalah “Negara Gagal”, negara yang antara lain menyandang tanda-tanda kemiskinan, pengangguran, konflik antar kelompok dan merebaknya aksi teror.

Komentar