Politik dan Kemiskinan


Buku ini adalah buku seri kedua setelah sebelumnya saya membaca buku “politik dan perempuan”. Lagi lagi buku ini dipersembahkan untuk pemula, seperti yang tertuis di pojok halaman buku "serial poitik untuk pemua". saya kira buku ini cocok untuk siapa saja yang ingin memahami poitik dan keterkaitan politik dengan permasalahan sosial atau bidang ilmu yang lainnya seperti, perempuan, lingkungan, kebebasan dan sebagainya.

Buku Politik dan kemiskinan kali ini membahas tentang penyebab utama dan peran penting politik, dalam hal ini lembaga-lembaga pemerintahan dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan.
 
kita tahu, bahwa Kemiskinan adalah suatu kasus yang keberadaanya tidak bisa dihilangkan melainkan hanya dapat diminimalisir. Kerapkali kemiskinan selalu menjadi permasalahan utama/sorotan bagi masyarakat untuk menilai dan mengukur suatu pemerintahan. betul ???

saya berfikir terkadang Kegagalan atau kesuksesan pemerintahan seringkali dilihat sejauh mana dapat menyelesaikan atau menurunkan angka kemiskinan di daerahnya.

dan Tak jarang ketidakstabilan aspek politik dan ekonomi juga sering menjadi kambing hitam penyebab kemiskinan. Seperti yang terjadi di Indonesia sendiri pada tahun 1997 terjadi krisis ekonomi yang semakin memperparah keadaan dan menambah jumlah persentasi kemiskinan di indonesia.

Kemiskinan sering diartikan sebagai ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Seperti makan dan minum.

Seperti yang dikategorikan banyak orang tentang kebutuhan dasar seseorang diantanya pangan, sandang dan juga papan. Hal demikian juga menjadi tolak ukur kesejahteraan seseorang dalam kehidupannya.

di buku ini dijeaskan ada 2 faktor penyebab kemiskinan yaitu faktor alam dan faktor selain alam. Faktor alam yaitu berkaitan dengan sumber daya alam (SDM) di suatu daerah seperti sungai dan laut yang tidak lagi menyediakan ikan dan biota laut lainnya untuk di makan. Hutan yang tidak lagi menyediakan lahan untuk bercocok tanam dan mengkonsumsi hasil bumi. Keterbatasan sumber daya alam menjadikan orang susah untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
 
Faktor selain alam yaitu berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam membeli bahan makanan. Singkatnya, alam sangat bersahabat sehingga siapapun bisa mengkonsumsi hasil dari alam, hanya saja bahan mentah yang dihasilkan dari alam masih memerlukan produksi untuk menjadi barang jadi/matang sehingga dapat di Konsumsi, dan setiap barang yang di prosuksi tentu memiliki harganya sendiri untuk dimiliki.

Jadi, faktor alam lebih menekankan pada kondisi alam sebagai penghambat kesejahteraan dan kedua faktor selain alam lebih kepada kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dijelaskan juga bahwa muller berasumsi ada 2 kategori kemiskinan yaitu, kemiskinan mutlaq dan kemiskinan relatif. Kemiskinan mutlaq yaitu ketidakmampuan terselenggaranya kehidupan manusiawi, bahwa orang mengalami kemelaratan secara fisik dan materi yang nyata, seperti kematian dini karena lapar, busung lapar, dan penyakit lainnya yang sebenarnya bisa disembuhkan.

Semenatara kemiskinan relatif adalah tidak memilikinya seseorang akan akses pada sumber-sumber pendapatan atau ketidakmerataan kesempatan dan peuang dari aspek ekonomi dan lainnya seperti tidak adanya peluang kerja karena masalah nepotisme atau kedekatan orang lain dengan atasan atau orang dalam (insider).

Pemerintah dalam tugasnya pasti memiliki berbagai program dalam menyelsaikan persoalan kemiskinan di daerahnya. Hanya saja  dampak dan tolak ukut keberhasilan program itulah yang harus di pikirkan. Jangan sampai program yang sudah berjalan terkesan formalitas dan menghamburhamburkan anggaran pemerintah. Pasalnya dari awal orde baru, pasca reformasi sampai saat ini program-program kemiskinan sealu berubah di setiap rezimnya. Seakan setiap rezim memiliki program andalannya sendiri-sendiri. 

Maka saya kira wajar jika banyak program pemerintah yang sifatnya politis. Sehingga diperukan peran aktif masyarakat daam mengawal sebuah kebijakan pemerintah dan meninjau kembai setiap program-program khususnya program pengentasan kemiskinan.

Pemahaman tentang kemikinan menjadi sangat penting untuk menyatukan pendapat dan menyamakan persepsi tentang kemiskinan. Ada 3 alasan yang dikemukakan oleh Eko Suharto (2005) mengapa dinilai peru dan penting dalam memahami konteks kemiskinan diantaranya, 

11. Karena kemiskinan selama ini hanya didominasi oeh sudut pandang masaah ekonomi
 2. Angka kemiskinan di indonesia yang begitu tinggi baik secara absout/mutaq ataupun secara reatif. 
33. Kemiskinan menimbukan masaah yang kompesk dan menyeluruh terhadap masayarakat.
 
Dan masih banyak penjelasan rinci lainnya di buku ini, seperti cara pandang, paradigma berfikir dan peran partai politik dalam menyelesaikan masaah kemiskinan.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janur di sepanjang jalan.

Asssabi(Q)unal Akhirun

Mengundang Syahadat Dengan Cinta