i'm commuteners, be a good travel by alone (Commuterline)



commuterline
kereta api commuterline Jabodetabek



COMMUTERLINE, Sabtu 8 Oktober 2016. pagi itu menjadi awal saya menggunakan lagi moda trasnportasi  kereta api setelah sekian lama selalu menggunakan transportasi beroda dua (motor) ke tempat-tempat yang di tuju.

Because of stay up, mungkin ini menjadi alasan kenapa saya menggunakan kereta api untuk menuju ke stasiun kranji, Bekasi. Mata merah, rasa kantuk mulai menghantui mata kanan dan kiri, sekujur tubuh mulai lemas karena lelah seharian tidak merasakan dan menunaikan hak mata (tidur) dan tubuh (istirahat). Awalnya nekad saja saya dan tak peduli dengan kondisi yang memprihatinkan ini, pasalnya disaat orang orang menyongsong pagi dengan penuh senyum dan semangat, saya malah menyapanya dengan muka pucat dan lemas.

Disaat saya mengendarai motor dengan lemasnya saat itulah plinplan saya mulai kambuh. Penyakit yang sering saya alami disaat kondisi yang seperti ini. Emosi saya mengatakan untuk tetap berada di atas motor dan membelah setiap jalan-jalan ibu kota untuk sampai ke tempat tujuan, bekasi. Lain emosi lain hati nurani. Nurani selalu berucap jujur sifatnya cenderung preventif (mencegah) dan antisipatif. Nurani saya belawanan dengan emosi, ia mengatakan kalau saya harus menaruh motor dan menggunakan moda transpotasi umum. 

Motor sudah lebih awal mengantarkan saya pada jarak 6 kilo dari tempat saya tinggal. Karena alas an realistis dan menyadari kondisi yang belum fit Tiba-tiba saya semakin meyakini ucapan nurani so impossible to get a travel by motorcycle in bad condition . motor seketika memutar arah 120% ke arah selatan menuju stasiun kereta api pondok ranji. 

Sebelum sampai di stasiun, disepanjang perjalanan saya dapat merasakan khazanah dan maidah (hidangan) sarapan pagi khas Indonesia (Nasi Uduk). Di tambah lezatnya telur pedas dan semur jengkol sebagai lauknya. Memang Perjalanan menuju stasiun tidak terlalu jauh hanya butuh beberapa menit saja. 

Jam 09.00 pagi, saya sampai di stasiun, membeli tiket dan mengantri sudah menjadi syarat mutlak menggunakan trasnpotasi umum. Yang berbeda hanya cara menyikapinya. Maklum everyone have the differents character . so, be patient and keep calm adalah cara terbaik menyikapi hal demikian.

Tiket sudah di pesan, harga kereta api memang selalu membuat saya kaget, harga tiket sangat bersahabat dengan kantong anak kost seperti saya. Sangat jauh berbeda dengan moda lainnya seperti angkot, pesawat, helicopter, kapal pesiar dsb yang cenderung kapitalis dan terkesan memeras ehehe...

Menunggung adalah hal yang membosankan, itu kata kata mutiara walaupun tak sepenuhnya cocok untuk segala keadaan. Di kereta menunggu menjadi hal yang menarik untuk saya. Ditengah keramaian para penumpang kereta saya bisa mengamati kesibukan ibu kota di jam-jam 7-9, wajar jika naik ojek online di jam jam sibuk seperti itu maka harganya agak sedikit lebih mahal dari biasanya.

Sambil menunggu kereta, saya semoatkan untuk searching rute kereta api commuterline (CL). Kereta ini adalah moda transportasi umum yang beroperasi di sekitar daerah JABODETABEK (Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi). 

Jujur, saya jarang sekali naik commuterline, dalam setahun mungkin bisa dihitung satu sampai dua kali saja saya naik commuterline. Saya agak terkesan norak dan bingung karena tidak faham rute. Setelah mencari di google, dari stasiun pondok ranji saya harus melakukan transit sebanyak 2 kali. Tepatnya di stasiun tanah abang, dan stasiun manggarai, karena tujuan saya ke stasiun kranji.

Kereta commuterline melaju dengan cukup cepat dan terkesan lambat disbanding dengan kereta luar kota khususnya kelas eksekutif. Maklum kereta luar kota tidak berhenti di stasiun-stasiun kecil. Beberapa kali commuterline harus berkorban berhenti dan menunggu kereta luar kota lewat barulah kami bisa melanjutkan perjalanan. Banngku commuterline tentu sangat berbeda dengan bangku luar kota. Commuterline adalah kereta yang sifatnnya temporary (sementara) karena jarak yang tidak terlalu jauh sehingga tidak membutuhkan tempat (bangku) yang nyaman seperti kereta luar kota yang akan memakan waktu perjalanan sampai berbelasbelas jam. 

StasiunManggarai, stasiun yang lumayan besar dan sempat mengintakan kembali mitos dan kawasan mistik yang ada di lokasi ini. Pasalnya dulu, waktu saya duduk di bangku SD. Televisi menampilkan mitos kereta tanpa masinis dan penumpang yang berjalan dan bermuara di stasiun manggarai. Terkesan angker mendengarnya dan menonton beberapa videonya yan g masib ada di youtube. 

Tapi lain maya lain nyata. Kisah itu tak seseram aslinya. Keramaian, lalu lalang orang, suara suara informasi kereta, warung, kafe motor yang banyam terparkir di depan stasiun membuat semuanya berubah. Tak sedikit pun rasa takut saya ketika melihat stasiun ini, sebaliknya malah senang berada di tengah keramaian dan kesibukan. 

Berpindah dari satu kereta ke kereta lain. Transit yang pertama sudah saya lalui. Kali ini saya berada di commuterline jurusan stasiun kranji. Kira kira ada 6 stasiun yang saya harus lewati, barulah sampai di stasiun kranji.

lalu lalang kereta semakin banyak, tak mau kalah dengan lalau lalang manusia di stasiun. Dari jendela saya melihat banyak jalur rel kereta api yang memusingkan kepala saya. Di stasiun kereta akan berpindah dan dipindahkan melalui jalur yang berada di sebelum stasiun. Mereka akan menempati posisi jalur tujuannya masing-masing. 

Ada juga jalur yang tak terpakai, belum lagi para pekerja stasiun yang sibuk membersihkan luar dan dalam kereta. 

Di stasiun pondok ranji saya turun. Melihat toko roti di samping kanan membuat perut saya lapar lagi. Saya mengecek uang, masih ada 40 ribuan lagi di kantong celana. Sambil melirik saya membandingkan harga roti  di toko samping saya dan berharap semoga harganya juga bersahabat. Dan tenyata di luar dugaan, harganya malah seperti menjadi musuh ketika saya melihat harganya nya mencapai 50ribu rupiah satu nya. Wowww.... harga yang tidak masuk akal buat saya. Tapi wajarlah roti nya sangat berbeda dengan roti yang ada di warung-warung klontongan. roti mahal ini menghasilkan aroma yang luar biasa tajam dan lezat. Belum memakannya saja kita sudah bisa tau kalau roti ini pasti sangat lezat dan nikmat. 

Walhasil, saya sepertinya hanya menjadi anak kost yang merindukan sebuah roti nikmat di samping stasiun . hehehehe...

Commuterline cukup meninggalkan secuil cerita yang saya dapat ceritakan ke teman-teman saya di kampus. Perjalanan kali ini lumayan menyenangkan. Melakukan perjalanan be alone, sepertinya adalah cara saya untuk menikmati hidup hari ini. Pada akhirnya saya pun sadar bahwa dari sekian banyak kehidupan yang kita jalani akan tetap berjalan pada rel dan jalur yang kita yakini benar. dan kesadaran bahwa kelak  saya mengakhiri kehidupan ini dengan kesendirian.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janur di sepanjang jalan.

Asssabi(Q)unal Akhirun

Mengundang Syahadat Dengan Cinta