BBM Satu Harga : Pertamina untuk Kemanusiaan
![]() |
| Peresmian SPBU Kompak di Tambrauw, Papua Barat - Dok. Pertamina |
Bukan hal aneh ketika mendengar betapa sulitnya hidup diluar
pulau jawa. Mulai dari akses yang terbatas, pemadaman listrik secara bergilir
sampai dengan fasilitas yang tidak memadai atau belum tersedia. Kita juga tidak
jarang mebaca berita heroik. Betapa gigihnya mereka berjuang dalam segala
keterbatasan. Anak-anak bersekolah dengan jarak yang amat jauh, jalan yang rusak,
dan membahayakan. Barangkali sekolah sudah menjadi barang langka untuk mereka
yang tinggal di daerah 3T (Terdalam, Tedepan dan Terluar) Indonesia.
Film “Tanah Surga katanya”(15/08/2012), menggambarkan betul
betapa dilemanya hidup dipedalaman Kalimantan yang berbatasan langsung dengan
negara tetangga, Malaysia. Disatu sisi mereka terlahir sebagai Indonesia,
tetapi disisi lain, mereka banyak bersosialiasi, dan memanfaatkan faslitas yang
disediakan oleh negara Malaysia. Lihat bagaimana seorang salman, yang
memutuskan berhenti sekolah dan kemudian bekerja mencari uang untuk biaya
pengobatan Kakeknya, Hasyim yang juga mantan seorang pejuang kemerdekaan. Saat
Salman,harus membawa kakeknya ke rumah sakit di negaranya dan menolak untuk
dibawa kerumah sakit negara tetangga yang notabene jarakny lebih dekat. Karena jarak
tempuh yang jauh, kakek Hasyim menghembuskan nafas terakhirnya di perjalanan ke
rumah sakit menggunakan perahu.
Film yang menggugah siapapun yang menontonnya. Sebab Disinilah,
nasionalisme seseorang di Uji. Tidak jarang dari mereka menyerah dan rela
mencopot identitasnya sebagai indonesia, dan memilih kewarganegaraan lain. Tetapi,
tidak sedikit yang memutuskan untuk bertahan, menerima indonesia dengan segala
kekurangannya, dan ketidakpeduliannya terhadap kondisi mereka.
Upaya demi upaya dilakukan oleh lembaga tinggi pemerintahan
dan non pemerintah untuk memberikan solusi konkret terhadap masyarakat Indonesia
di daerah 3T tersebut.
Salah satu program yang dilakukan oleh Pertamina, nampaknya
patut diapresiasi. Program #PertaminaBBM1Harga merupakan langkah konkret
pertamina demi kemanusiaan dan kesejahteraan sosial yang merata di Indonesia.
Pertamina, yang juga merupakan salah satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ,
akan menargetkan 150 titik BBM1Harga sampai akhir 2019 dengan biaya sebesar 3
triliun.
Sudah ada beberapa SPBU yang menerapkan Program
PertaminaBBM1Harga, sperti di SPBU Kompak, di desa Onolimbu, Kec Lahomi, Kab.
Nias Barat. Di SPBU ini Masyarakat dapat mendapatkan harga Premium dengan harga
Rp. 6.450,- dan Solar Rp. 5.150,-. Tidak hanya ada disana, #PertaminaBBM1Harga juga ada di dua SPBU PT. Sunarco,
di Kec. Pulau Tiga, dan Kec. Bunguran Timur, Natuna Kepulauan Riau. Sementara SPBU
yang lain masih dalam Pembangunan. Seperti di Kecamatan Jemaja Kabupaten
Anambas, Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan, Kecamatan Pulau Laut Kabupaten
Natuna, Kecamatan Serasan Kabupaten
Natuna dan daerah lainnya.
Menurut saya, ini langkah yang tepat untuk menghilangkan
kesenjangan sosial dan memberikan kebebasan kepada masyarakat Indonesia untuk
dapat bersaing secara sehat di berbagai sektor. Selain akses, SPBU yang
menyediakan Bahan bakar dengan harga yang terjangkau juga menjadi inti dari
berjalannya transportasi dan sektor perekonomian. BBM1Harga berarti akan
merubah pola perekonomian, termasuk kehidupan masyarakat di daerah 3T menjadi
lebih baik. Negara akan merasa terbantu, akses jalan yang dibangun oleh
pemerintah akan digunakan masyarakat untuk kemudahan mendapatkan fasilitas yang
selama ini sulit mereka dapatkan. Tentu saja, peristiwa yang tergambarkan dalam
film “Tanah Surga Katanya” tidak akan terjadi lagi.
Menurut saya, memang sudah semestinya Pemerintah dan
Perusahaan berkolaborasi membangun dan memberikan kontribusi terbaiknya untuk
masyarakat. Program BBM1Harga milik Pertamina nampaknya dapat menjadi contoh
betapa kerjasama antara keduanya melahirkan solusi yang solutif. Saya bahkan
kita semua ingin melihat Pertamina-Pertamina Selanjutnya di masa depan. Tanpa Perusahaan,
Pemerintah layaknya berjalan dengan satu kaki. Begitupun sebaliknya. (Ardi)




Komentar