Sisi Lain Pertamina : Hal Unik dari (Pom) Pertamina yang terlupakan


Jika kita mendengar, pom bensin, maka menurutmu pom bensin apa yang sangat kita kenal dan melekat kuat dipikiran kita? PERTAMINA. Thats right, itulah mengapa saya sangat berterima kasih atas komitmen dan integritas nya karena telah sangat baik dalam memfasilitasi bahan bakar minyak (BBM) hingga ke pelosok Nusantara.

Pertamina dan Indonesia adalah satu kesatuan yg keberadaanya saling melengkapi satu sama lain. Hari ini, saya tidak pernah bisa membayangkan jika Pertamina begitu saja hilang dari perannya sebagai penyuplai bahan bakar minyak (BBM) terbesar di Indonesia, guna memfasilitasi kebutuhan dasar Masyarakat Indonesia dalam bertransportasi. Disamping, kepemilikan alat transportasi individu yang sudah sangat mudah di dapatkan. Seperti halnya Motor, Mobil dan kendaraan lainnya.
Antrian panjang, di pom Pertamina mudah diurai. Di Jakarta khususnya atau bahkan di kota-kota besar lainnya, Pertamina bahkan melengkapi Pom-Nya dengan tempat beristirahat, toilet, Musholla, hingga minimarket.

Hemat saya, ini inovasi yang unik, yang dimiliki/diawali oleh Pom Pertamina.
Disaat hujan lebat, masyarakat yang sedang mengisi BBM, nampaknya sudah tidak perlu lagy bersusah payah mencari tempat ibadah, makanan dan minuman ringan, atau bahkan soal buang hajat (toilet). Saya melihat, walaupun pom bensin Pertamina digunakan untuk mengisi bahan bakar, tetapi tak satupun karyawan yang melarang masyarakat yang terkadang datang hanya untuk menggunakan fasilitas yang ada seperti untuk berteduh, beribadah, buang air, atau mungkin hal-hal normal lain selain merokok - karena akan membahayakan dan demi keamanan bersama-.

Saya teringat, dulu disaat melakukan bakti sosial bersama teman-teman mahasiswa lain di daerah Bogor Utara. Kondisi yg memprihatinkan, mata air yang tak sedikitpun mengalir, sumur-sumur kering karena musim kemarau. Di sana warga merekomendasikan saya bersama teman-teman untuk mandi dan buang air di toilet Pom Pertamina yang jaraknya di pinggir jalan tidak jauh dari perkampungan. Hal yang salah sebenarnya, tapi yasudahlah, pom Pertamina pun malah mempersilahkan dengan sangat welcome untuk menggunakan fasilitas pom Pertamina yang telah disediakan untuk umum.

"Memangnya boleh ya Bu, mandi di toilet Pertamina?" Tanya saya heran pada si ibu, salah satu warga kampung.

Dengan cepat si ibu menjawab dengan bahasa Sunda "Muhun jang, teu nanaon, da warga Oge Osok ibak di dinya, Pani teu Aya cai " ( Iyah Dek, Tidak apa-apa, lagipupa warga juga sering mandi di sana kalau sedang tidak ada air).

Menurut saya, Itu adalah hal sederhana, yang terkadang banyak perusahaan justru melupakan hal itu dan memilih menjadi perusahaan yang kaku, ekslusive (tertutup), tidak ramah terhadap sekitar dan tidak peduli dengan kondisi masyarakat.

Berdasarkan pengalaman kecil yang begitu besar dampak dan manfaatnya, saya semakin yakin bahwa Pertamina adalah bagian dari 250 juta masyarakat Indonesia. Saya selalu mendukung, program-program unggulan yang dilakukan oleh Pertamina.

Belum lama, di media sosial, berita, dan di televisi, ramai dengan adanya program #BBMsatuharga dari Pertamina. Artinya, harga BBM di Pom Pertamina, disamaratakan dari Sabang sampai Merauke.
Saya kaget, Rupanya, Pertamina berani, menyamaratakan harga BBM hingga ke pelosok Nusantara. Padahal setahu saya, jauh di ujung sana, di luar pulau Jawa, harga BBM awalnya hampir mencapai 70-80 ribu/Liter.

Tetapi tidak untuk saat ini #BBMSatuHarga, Dengan segala pertimbangan dan resiko. Biaya yang dikeluarkan tentu jauh lebih besar daripada keuntungan yang didapat oleh Pertamina. Akses yang memang lebih sulit untuk menyuplai BBM sampai kesana, membuktikan kontribusi yang besar telah dilakukan oleh Pertamina untuk masyarakat Indonesia.

Pertamina adalah bagian dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Karena itu Pertamina faham betul soal-soal ekonomi kerakyatan, dan kondisi serta apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat dan alam Indonesia. Maka wajar Pertamina sering sekali membuat program-prorgam, demi menjaga kelestarian, dan kesejahteraan Indonesia.

Selaku warga, saya hanya ingin mengingatkan, niat baik mesti diapresiasi sekecil apapun langkahnya. Pertamina telah memberikan BBM bersubsidi untuk warga yang tidak mampu atau menengah kebawah. Untuk itu sederhana, tinggal bagaimana memahami peran dan kondisi perekonomian kita masing masing. Sehingga apa yang telah dilakukan oleh Pertamina, sesuai sasaran, dan berjalan dengan yang diharapkan.

Saya terkadang iba, saat melihat ada mobil/motor plat berwarna merah justru mengisi BBM bersubsidi, yang sebenarnya diperuntukkan bukan orang seperti mereka. Berangkat dari kesadaran, mari bergandengan tangan, khusunya untuk mengawal setiap program-prorgam pertamina agar berjalan dengan baik demi Indonesia yang lebih baik dan berenergi.

Terakhir, saya berani mengatakan, Karena adanya Pertamina saya tidak pernah khawatir kehabisan bahan bakar saat diperjalanan, kesulitan mencari tempat ibadah, tempat buang air, atau mencari tempat untuk sekedar menikmati beristirahat sambil menikmati kopi dan makanan ringan. So, terima kasih juga kepada seluruh karyawan Pertamina yang dengan ramah menyapa, memberikan senyuman dan kehangatan dalam nuansa kekeluargaan. Tetaplah menjadi seperti yang kukenal. Be best than others Pertamina. (Ardi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janur di sepanjang jalan.

Asssabi(Q)unal Akhirun

Mengundang Syahadat Dengan Cinta