Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

LANGKAH

Gambar
( Cerita sederhana : aktivis juga romantis) “Barangkali engkau lupa. Kalau aku juga manusia. Aku punya cinta. Hanya saja cintaku kutunda untuk sementara waktu. Perjuanganku menjadi bukti cintaku padamu. Suara cintaku di jalan-jalan menjelma menjadi kata-kata keadilan dan baktiku pada kaum tertindas. Aku melawan maka aku bercinta”. Ciputat,                                                                                    “Jilbab adalah bagian dari kebudayaan”. Papar pemateri dalam diskusi rutin ba’da isya. Mendengar itu, Beberapa orang yang hadir dalam kajian rutin tiba-t...

Limited prouding

Gambar
Matahari terbit dengan percaya diri, cahaya nya memasuki hingga ke ruang ruang kecil di muka bumi. sementara hujan tak berani melawan dan lebih memilih bersembunyi di awan-awan. Aku terlelap tidur hingga pukul 12.00 siang, semalam aku bergadang menikmati kopi flores asli daerah timur Indonesia. Kartu poker masih tergeletak dimana-mana sebagian tertempel di badanku yang sedari malam aku tak memakai baju. Hanya celana levis yang masih tertempel di tubuh ku. Matahari terus menyoroti dari jendela yang tepat berada di hadapanku. Sudah sedari pagi matahari itu memaksaku bangun, tetapi mataku tetap berat untuk sekedar membuka dan menerima kilau cahaya mentari, sesekali mataku melihat silaunya mentari, lalu ku abaikan dan melanjutkan tidur ku. Disebelahku ada suara aneh yang mengganggu telingaku, tidur tak lagi menjadi nyaman, suara itu berisik, nadanya motonon dan tak beraturan, setauku hanya volume nadanya saja yang beraturan dari suara yang kecil kemudian semakin mengeras. T...

Uang Kembalian

Gambar
Dua hari ini saya selalu diingatkan oleh “kembalian” nasi uduk yang belum dikembalikan oleh si penjualnya karena alasan tidak ada uang receh.   Hal itu tentu saja sangat mengganggu ingatan. Setiap kali ingin beli nasi uduk, keesokan harinya ditempat yang sama. Selalu ada pikiran, si penjual uduk itu kira-kira masih inget nggak yah, soal uang saya kemarin yang belum dikembalikan.  Bukan perhitungan. Tapi entah ingatan saya selalu punya ruang untuk mengingat hal-hal itu. Padahal kan, gampangnya udah aja niatin shodaqoh, amal biar nggak jadi beban ingatan lagi. Tetep sulit. Tidak semudah melupakan mantan.   Buat saya Hal yang sulit lagi adalah, saat hari-hari mulai berselang kemudian saya mesti mengingatkan si penjual yang barangkali lupa atau tidak ingat.  Soal “kembalian” itu. sangat membingungkan. Saya seperti dihadapkan dalam dua posisi. Mengingatkan   dalam kondisi malu dan tidak enak atau membiarkannya begitu saja dan membayar nasi uduk yang t...