Postingan

Mengenang Para Pejuang

Gambar
Kami ada untuk kalian Pahlawanku, kami selalu yakin bahwa kematian bukanlah akhir dari perjuangan mu. Walau jasad lebur didalam kubur, tapi nama dan konstribusi mu tetap bisa kami rasakan hingga saat ini. Kalaupun perlu, jika kau ingin tak hanya 10 november kami memperingati jasamu untuk sekedar menghormati dan berterima kasih atas jasa yang pernah kau berikan setiap hari pun kamu sanggup memperingati mu untuk selalu ingat terhadap perjuangan yang tak mudah itu.   Tapi, kami yakin kau bukanlah orang yang mengelu-elukan pujian, sehingga setiap hari kami harus mengenang-mu, sayang, kau tak seperti sosok pahlawan di masa dimana kamu hidup. Pahlawan di masa kami adalah pahlawan yang banyak mencari nama dan pujian di atas penderitaan rakyat. Pahlawan dimasa kami adalah pahlawan yang haus akan pujian dan sanjungan, pahlawan yang lebih mengenali karakter bangsa lain dari pada karakter bangsanya sendiri. Pahlawan yang tak faham kemauan dan keinginan rakyatnya. Pahlawan yang leb...

The Greater Jakarta, Atau Pindahkan Ibu Kota

Gambar
Beberapa bulan lagi kita akan menyambut pesta demokrasi pemilukada 2017 secara serentak di Indonesia. DKI Jakarta seakan menjadi sentralisasi atau barometer keberhasilan pemilukada   nasional dalam mengkonfigurasi kontur kepemimpinan nasional. Pasalnya, sebagian besar masyarakat Ibu Kota DKI Jakarta mayoritas adalah kaum urban atau pendatang dari berbagai daerah seperti jawa, sumatera, Sulawesi dan sebagainya. Bahkan tak jarang masyarakat yang berdomisili di daerah pun turut andil dalam menyuarakan dan memberi dukungan kepada calon yang menurutnya cocok untuk memimpin Ibu Kota DKI Jakarta 2017 mendatang. hal demikian tidak lain dikarenakan intensitas media yang begitu banyak memberitakan para calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Terlepas siapa yang akan terpilih menjadi pemimpin ibu kota di masa mendatang, hal yang paling mendasar perlu diperhatikan adalah sejauh mana tekad besar yang dimiliki oleh para calon gubernur untuk membenahi permasalahan-permasalahan...

Asssabi(Q)unal Akhirun

Gambar
Gathering With The Veteran's of Student College Communication UIN Jakarta Gathering With The Veteran's of Student College Communication UIN Jakarta "Dimana kami dipertemukan, disitu kami akan dipisahkan" Menjadi salah satu mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam universitas islam negeri Jakarta adalah suatu kebanggaan tersendiri buat saya. Kebanggaan itu saya dapatkan karena saya adalah salah satu orang yang berkesempatan (diberi kesempatan oleh tuhan)_ kuliah di kampus favorit teman-teman saya di pesantren. Sebab, Tidak sedikit teman-teman yang tidak mendapat kesempatan itu, kemudian melanjutkan di universitas alternative lainnya yang tentu tidak kalah bagusnya dengan tempat saya disini. walaupun dari hati kecil saya berharap saya masih bisa berjuang lagi bersama mereka. 6 tahun bukan waktu yang singkat untuk melupakan semua kenangan, jerih dan payah memperjuangkan nama angkatan. Tetapi walau bagaimanapun roda kehidu...

HUJAN KENANGAN

siang ini hujan deras. Duduk santai di dalam kamar mengutak ngatik kata di atas paper jadi kegiatan yang mengasyikkan. Asap kopi mulai di telan dingin, kondisi menjadi sunyi hanya rintik hujan yang menjadi ritme ritme terdengar indah di telinga.   Sepi mulai merangkai ingatan pada sebuah kenangan indah masa lalu. Kala itu, beberapa bulan lalu tepatnya, ketika kami di kumpulkan dalam satu ruangan. kami duduk di atas lantai beralaskan semen, berselimut karpet. Ruang dengan pembatas bilik disekeililngnya, meja belajar kecil terbuat dari kayu, dan papan tulis panjang melekat di tembok bilik ruangan. Suasana menjadi semakin klasik, setiap sudut tempat kami belajar, seakan mengajarkan arti sebuah kesederhanaan. bahasa inggris, yang mungkin bisa membuat siapa saja menjadi sombong, congak dan arogan.  Tempat ini membedakan bahasa bukan gaya melainkan sebagai kebutuhan yang harus kami sadari sebelum mulai mempelajarinya. Disini kami mulai saling bertanya nama, asal sam...

i'm commuteners, be a good travel by alone (Commuterline)

Gambar
kereta api commuterline Jabodetabek COMMUTERLINE , Sabtu 8 Oktober 2016. pagi itu menjadi awal saya menggunakan lagi moda trasnportasi   kereta api setelah sekian lama selalu menggunakan transportasi beroda dua (motor) ke tempat-tempat yang di tuju. Because of stay up, mungkin ini menjadi alasan kenapa saya menggunakan kereta api untuk menuju ke stasiun kranji, Bekasi. Mata merah, rasa kantuk mulai menghantui mata kanan dan kiri, sekujur tubuh mulai lemas karena lelah seharian tidak merasakan dan menunaikan hak mata (tidur) dan tubuh (istirahat). Awalnya nekad saja saya dan tak peduli dengan kondisi yang memprihatinkan ini, pasalnya disaat orang orang menyongsong pagi dengan penuh senyum dan semangat, saya malah menyapanya dengan muka pucat dan lemas. Disaat saya mengendarai motor dengan lemasnya saat itulah plinplan saya mulai kambuh. Penyakit yang sering saya alami disaat kondisi yang seperti ini. Emosi saya mengatakan untuk tetap berada di atas motor dan m...