Cintai Indonesia dengan Perasaan bukan Keserakahan
Hari-hari kemerdekaan di sesaki dengan penuh harapan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk kemajuan bangsanya. Kegiatan seremonial dilakukan oleh penduduk negeri dari sabang sampai merauke. Bendera berkibar gagah terhempas bergerak mengikuti arah angin ke kanan dan kekiri. Disetiap rumah tercium bau kebahagiaan penghuninya. Lagu sakral Indonesia raya berbunyi nyaring keluar dari pita suara membuat melodi di angkasa raya. " Hiduplah Indonesia raya" Menutup nyanyian sakral nusantara itu. Indonesia didoakan oleh ratusan juta pencintanya. Haru biru, tetesan air mata, sesak dada, termenung, sedih, kerap mewarnai nyanyi, doa, tawa di hari itu. Sementara saya, masih dilingkupi dengan perasaan bingung. Bingung karena, entah harus berbahagia atau malah kecewa. Pasalnya, saya harus menggabungkan dua realitas yang saling bertentangan dalam satu waktu yang bersamaan. Rasa rasanya mustahil. Tetapi tak ap...