Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Cintai Indonesia dengan Perasaan bukan Keserakahan

Gambar
Hari-hari kemerdekaan di sesaki dengan penuh harapan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk kemajuan bangsanya. Kegiatan seremonial dilakukan oleh penduduk negeri dari sabang sampai merauke. Bendera berkibar gagah terhempas bergerak mengikuti arah angin ke kanan dan kekiri. Disetiap rumah tercium bau kebahagiaan penghuninya. Lagu sakral Indonesia raya berbunyi nyaring keluar dari pita suara membuat melodi di angkasa raya. " Hiduplah Indonesia raya"  Menutup nyanyian sakral nusantara itu. Indonesia didoakan oleh ratusan juta pencintanya.  Haru biru,  tetesan air mata,  sesak dada,  termenung, sedih, kerap mewarnai nyanyi,  doa,  tawa di hari itu.   Sementara saya,  masih dilingkupi dengan perasaan bingung. Bingung karena,  entah harus berbahagia atau malah kecewa. Pasalnya, saya harus menggabungkan dua realitas yang saling bertentangan dalam satu waktu  yang bersamaan. Rasa rasanya mustahil. Tetapi tak ap...

Tersandera dalam sejarah.

Gambar
"Sejarah umat manusia adalah sejarah perang. Peradaban dibangun melalui perang, Manusia bertahan dengan perang. Bahkan agama disebarkan dengan perang. Sebagian perang karena terdesak atau naluri bertahan. Tapi banyak yang berperang, karena ingin menguasai, menggeser dan menaklukkan. Perang adalah pesta, unjuk kekuatan untuk menakuti, teror mengikuti. Perang tak meninggalkan apapun, kecuali tiga hal; kerusakan, tangis dan monumen." (M. Iqbal Suma). ㅤㅤ Kabar internasional cukup mengejutkan. Donald Trump membuat geger mata dunia. Trump seperti memancing ikan di air keruh. Palestina menangis, air matanya kini tak dapat terbendung. Israel tertawa gembira, dengan senjata, baja dan peluru memblokade massa demonstran Palestina yg beribadah di bekas negerinya.  ㅤㅤ Dalam sejarah manusia, perang punya tiga alasan; Gold, Glory, Gospel. Merampas sumber daya, merebut wilayah kekuasaan dan menyebarkan ajaran. Dan Julius Cesar, sang jenderal Romawi, berujar Vini, Vidi, Vici. S...

Janur di sepanjang jalan.

Gambar
(Sabtu, 3 februari 2018) #SaatnyaBercerita "untuk menuju satu janur,  kita akan melewati beberapa janur di sepanjang perjalanan." Dari ciputat saya langsung bertolak ke dongkal,  Tangerang tempat titik kumpul beberapa temen pesantren dulu, sebelum kemudian menuju tempat pernikahan temen, Rizka Safarahim.   Perjalanan awalnya biasa-biasa saja. Udara ciputat lumayan segar. Cuaca rada mendung,  namun tak lama cerah kembali.  Seperti istilah "Cerah enggan,  Mendung pun tak mau".   Maksud hati ingin membawa perempuan untuk setidaknya dapat menemani perjalanan panjang, dan membuktikan kepada teman teman,  bahwa aku tidak sedang menjomblo lho, ("bodo amat"prediksiku atas jawaban temen2 nantinya) haha.  Tapi, tuhan berkata lain,  karena berbagai alasan,  Si dia ternyata  tidak bisa ikut menemani karena ada kegiatan yg menurutnya jauh lebih penting. Huh,  dasar perempuan memang makhluk PlinPlan sej...

Kala Luwak Termenung.

Gambar
"sepertinya aku tidak akan bertahan lama lagi di dunia ini" pungkas luwak, pada kucing, pasrah.  tubuhnya lemas, luwak bicara dari dalam kandang.  Mendengar itu, kucing bertanya balik "loh, kenapa begitu wak". Kucing heran.  Baginya Kehidupan itu anugerah, walau sesekali kucing di sakiti oleh jenis hewan homo sapiens. Tapi, setidaknya kucing bisa bebas, kabur berkeliaran kemanapum dia mau. "kamu enak, bisa bebas. Sedangkan aku?  Di buru, ditangkap, dan ekploitasi" jelas luwak membandingkan kucing dengannya.   Waktu sudah malam, waktunya Herman memberi makan luwaknya di kandang,  berharap besok pagi bisa menuai hasil kopi yang keluar dari anus luwak.  Herman memiliki usaha produksi kopi luwak. Di rumah, herman punya beberapa luwak peliharaannya. Luwak-luwak yang herman miliki di jadikan alat produksi untuk menghasilkan biji kopi,  dan meraup rupiah sebanyak banyaknya.  Dari banyak luwak yang herman pelihara,  ke...